Tuesday, November 01, 2011

belum 'haji' kalau belum ke km.0




Bagi para biker, mencapai titik nol kilometer di kota sabang, pulau Weh, Nanggroe Aceh Darussalam, bagaikan pergi ke Mekah. Belum dianggap ‘haji’ kalau belum pergi kesana.  

Setelah lebaran lalu, suami saya bersama teman-teman klub motornya di Mailing List Yamaha Scorpio pergi kesana. Biasanya saya selalu mbonceng kemanapun mereka pergi. Tapi kali ini, saya dan beberapa teman, mencegat mereka di Medan.  dan singkat kata, dari sana barulah kami membonceng hingga Sabang.

Karena baru H+3 lebaran Idul Fitri, baik dari Pelabuhan Ulee Lheue maupun Pelabuhan Balohan di pulau Weh, penuh sangat dengan orang yang ingin menyeberang. Yang biasanya ada dua kali penyeberangan, kali ini ada tiga kali penyeberangan. Tiketnya Rp 17,000 untuk penumpang ekonomi atau tiket driver+kendaraan motor gol II Rp 21,000. 

Uniknya, kendaraan bermotor yang ingin menyeberang, sudah ada yang mengantri dari semalam. Yang tidak masuk quota, harus gigit jari karena menunggu antrian berikut. Yang bisa jadi baru berangkat keesokan harinya.  Bisa juga sih pakai kapal cepat. Tapi selain harga tiketnya lumayan, motor kan  nggak bisa ikut? 

Karena keterbatasan waktu pula, team motor ini hanya sempat mampir ke tugu GPS kilometer O di sisi barat-utara pulau ini. Sekitar 45 menit perjalanan dari Pelabuhan Balohan. Sayang banget, padahal banyak sekali tempat yang 'wajib' dikunjungi di pulau ini seperti pantai ibong, pulau rubiah atau danau aneuk laot *sigh* 

Tapi.. paling tidak, saya nggak penasaran lagi. Memang harus kesini lagi sepertinya. Bukan sebagai anak motor.. tapi sebagai anak pantai lah yaaa….. hahaha..!

Faktanya : monumen ini sebenarnya bukan titik paling barat dari Indonesia. Pulau Rondo adalah pulau yang terletak paling barat, tapi karena sulitnya mencapai pulau ini, maka monumen di bangun di tempat ini. 

Sabang, Trip to KM.0 (4-5 Sept 2011)

yang lain mengenai Milys goes to Atjeh juga ada disini eko probo : milys jelajah bumi andalas

24 comments:

dwi novi said...

hikss..... :(

a riesnawaty said...

rasanya pernah denger sebelumnya .. *ada yg nangis jg ketika nonton film kerinci, waktu di bekasi tempo hari ..xixixixi*

emil emierdhynie said...

mantep nih :P

a riesnawaty said...

temen minum kopinya yang mantap. TInggal pilih mana yang disuka. seribu satu..

Eko Probo D' Warpani said...

nice report sist, bisa juga liat di : http://ekoprobo.wordpress.com/2011/08/29/milys-jelajah-bumi-andalas/

HidÄÿÄt SG said...

wah perjalanan panjang ini

a riesnawaty said...

sama-sama mas Eko.. Siiip .. siap meluncur. Ijin copy link-nya yaaaa...

a riesnawaty said...

bangeeeeed, mas...

DhaVe Dhanang said...

kenceng amir

DhaVe Dhanang said...

sedaap dah

DhaVe Dhanang said...

pengaruh gravitasi dan berat badan sepertinya.. lompatnya gak maksimal

DhaVe Dhanang said...

dermaga....kah?

a riesnawaty said...

tapi masih sempet lihat kamera

a riesnawaty said...

tapi masih sempet lihat kamera :p

a riesnawaty said...

akibat banyak yang berbobot diatas 100K

a riesnawaty said...

betul

dwi fajariyatno said...

sedep banget neh framingnya mbak......asiiikkkk...

dwi fajariyatno said...

asikkk......suka yang beginian..

a riesnawaty said...

gazzzzzz...!!!

a riesnawaty said...

udah banyak pohon ya, Jhe..

dwi fajariyatno said...

ajeeppp.......nampang juga neh beruang madu kkkkkkkkk

dwi fajariyatno said...

ini keren banget mbak........

a riesnawaty said...

coba kalo kamu ikut. Bisa dipotret ala - brod gitu, Jhee..

a riesnawaty said...

saya nggak bilang begitu lho ya...

 
;