Wednesday, March 01, 2006

Gn.Pulosari (1346 m dpl) 21 - 23 Januari 2005 episode : "kami adalah"

From: "Ariesnawaty" Date: Fri Jan 28, 2005 10:36 am Subject: Gn.Pulosari (1346 m dpl) 21 - 23 Januari 2005 episode : "kami adalah"
ariesnawaty Offline Send Email
Sebagian foto, dimana lagi kalo bukan di….
http://photos.yahoo.com/ariesnawaty
Tokoh kali ini :
Ida Farida : tau info jalan-jalan ke Pulosari justru dari Jenny. Selama
ini lebih memilih menjadi silent milister dan solo trekker. Dalam
pendakian ini ia memiliki nama kesayangan “si gembul”. Akibat resah
karena masalah berat badan, dibawanya pula teh kepala jenggot untuk diet
ketatnya. Walaupun paling muda diantara kami semua. Pengalamannya jauh
melewati batas para sesepuh (yang rata-rata baru berumur 17 lewat
sedikit itu lho!) Adapun sesepuh itu diantaranya adalah ……….
Sudaryanto : juga tau info jalan-jalan ini dari Jenny. Hari pertama
langsung meluncur ke terminal Serang. Karena lebih cepet kalo nyegat bus
dari Kebon Jeruk (catatan : kos di daerah Kebon Jeruk). Tampilan sih
boleh pake daypack tapi kenyataan tidak seindah yang dibayangkan.
Bebannya justru jauh lebih berat dari backpack!! Tampilan lain? Sudah
jelas, betisnya selalu menjadi object menarik untuk di jepret oleh ….
Ika Dewi Kartika : dengan camdig baru kesayangan berikut jabatan mulia
selaku kapiten untuk perjalanan kali ini. Tak ketinggalan, dengan baju
dan kerudung kuning summit attacknya ia berujar dengan mantap :
“Ngejreng, Ries! Yang penting ngejreng. Biar keliataaaaaaan!!”
Kris Hartanto : komentarnya cuma satu waktu aku ajukan proposal peserta
tambahan: “Saya tidak keberatan soal peserta bertambah. Kita kan mau
cari teman banyak...Ingatlah: satu musuh terlalu banyak, seribu teman
terlalu sedikit, (sering jadi moto HC'ers) sepuluh pacar pasti kurang
banyak..he..he..heee! Sister Aris mau dimasakin apa? Saya baru punya
satu menu. (Mushrom Risotto With Smoked Beef)”
Mochamad Faisal Ilyas : temennya Mbakyu Djoko. Karena posisi kost dan
kantor ada di GORDA (catatan :lumayan deket dengan target pendakian)
secara alami sudah didaulat untuk menjadi informan dalam perjalanan kali
ini. Karena belum kenal seluruh anggota pendakian (kecuali Kris waktu ke
Semeru lebaran kemaren) mengeluh pendek kepada Joko ketika tahu bahwa
Joko batal ikut. Berikut petikan obrolan mereka.
Faisal : “Kalo si Boss batal ikut. Bakal nggak enak dong.”
Joko : “Kalo nggak enak. Kasih sama kucing aja.” (catatan : bener-bener
nggak nyambung)
Heri Supriyanto : bener-bener belum kenal siapa-siapa. Ketemu langsung
dengan member team di terminal kampung rambutan. Selama ini perkenalan
dan persiapan logistik di lakukan jarak jauh via telpon dan email.
Mengaku ini pendakian perdana. Tapi kalo jalan selalu paling depan.
Dan menyesali nasib (seperti yang diucapkan kepada Kris dan diulang
kembali kepada saya, demi keorisinalan bukti sejarah) “Kenapaaaa yaa..
baru ketemu kalian sekarang? Kenapa nggak dari dulu?” *deu .. kayak di
lagu-lagu deh!*
Toto Bahruddin : temennya Faisal (sekaligus temennya Joko) leader
sekaligus sweaper yang care habis kepada anggotanya. Ayah dari seorang
putri bernama Edelweis ini dengan rambut gimbal dan logat Banten-nya
yang kental punya motto keren : “lewat lima meter dari rumah, saya
adalah seorang bujangan.” Hua…ha..ha..ha…
Ridho Hidayatullah alias Iyat, Rudy dan Agus : Tiga temen Faisal yang
jam 11 malem beryuhuu .. yuhuuu… di puncak memanggil Faisal. (catatan :
mereka bertiga nyusul. Berangkat jam 7 malem dari Cilentung. Karena
banyak yang ngecamp di puncak. Bingung. Pengen cepet, nekad ambil jalur
tengah yang super serem itu.)
Dan saya sendiri, Ariesnawaty …..
Kami adalah sebuah kesebelasan yang bertekad sehidup semati mencapai
puncak Ki Manik, nama puncak Gunung Pulosari, pada tanggal 21 – 23
Januari lalu.
(Ical batal ikut, karena udah janji dengan Hanief untuk pergi ke Gn.
Talaga Bodas, Jenny juga batal pas detik2 terakhir, Ibeth lagi berduka
masalah Aceh, Suwasti & Rifi juga batal berduka karena Jakarta lagi
banjir, Joko batal ngikut karena mertua dateng, Budi urung karena harus
ke Surabaya, Anie nggak dapet ijin dari doi, Elly harus ke Bandung,
Haris, belum dapet exit permit, Joe ada acara keluarga di Solo )
AWALNYA
“Emang di Serang ada gunung?”
Hampir seluruh peserta pendakian (baik yang diajak untuk ikutan,
terancam ikut, coba-coba bertanya dan ternyata ikut serta yang tidak
ikut karena mendadak batal ikutan) mengajukan pertanyaan yang sama.
“Itulah diaaaa…. Pada nggak tau kan?” jawabku pasrah “ Sama dong!”
“Huaaaa…!!!” (catatan : penonton kecewa)
Wong aku juga belum pernah kesana. Denger namanya juga baru. Kalo nggak
di tawarin Mbakyu Djoko yang baru aja dari sana. Mana pernah tau tentang
Pulosari. Sebenernya tawaran untuk datang kesana sudah datang sejak
akhir tahun lalu. Selalu menjadi plan B gara-gara sering melirik
propinsi tetangga. Nggak taunya, di deket-deket Jakarta ada juga toh.
Duh kupernya!
“Ada air terjunnya!” Kata Joko.
Telinga Ika langsung tegak mendengarnya …. hmmm .. *catatan : Ika yang
hobbynya maen air*
“Juga ada kawahnya Ries! Sebenernya kemaren nggak ada rencana mau
kesana. Cuma pake sandal jepit dan kantong keresek. Ditawarin Faisal
buat nerus sampe kawah. Males, nggak bawa kamera masalahnya”
Penasaran. Berminggu-minggu japri. Bertukar data dan informasi diantara
kami. Itinerary segera di susun Jenny yang dulu pernah kesana. Ika dan
Joko menambahkan bumbu-bumbu mengenai object menarik yang bakal kami
temui disana.
Gunung Pulosari (1346 mdpl) terletak di kabupaten Pandeglang, Propinsi
Banten. Lokasinya sekitar 120 km ke arah barat Jakarta. Gunung ini
diapit oleh gunung Aseupan (1174 mdpl) di utara dan Gunung Karang (1778
mdpl) yang terletak di arah timur laut Pulosari.
Apalagi, banyak sekali situs-situs bersejarah yang nggak kalah
menariknya di sekitar kaki Gn. Pulosari. Kompleks megalitik di Batu
Goong, arca di Tenjo (Sanghyangdengdek) hingga dolmen di
Baturanjang.(Info lengkapnya, ntar baca aja di akhir catper ya)
Uh ….nggak kuku deh!
To be continued.

No comments:

 
;