Wednesday, October 19, 2011

west coat aceh-meulaboh




Sore itu di banda aceh, seorang teman berseloroh : "Sis, belum lengkap lho kalau datang ke Aceh tapi belum mencoba jalan aspal buatan amerika." What? jalan buatan Amerika? ah.. saya penasaran dibuatnya.

Ternyata jalan yang dimaksud adalah ruas jalan yang baru dibangun. Jalan lintas barat selebar 9 meter antara Banda Aceh-Meulaboh. Lalu seminggu kemudian baru sempat kami saksikan. Dalam perjalanan kami dari Meulaboh menuju Banda Aceh. 

Seperti yang kita ketahui, pesisir barat Aceh merupakan bagian yang paling hancur akibat gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004 lalu. Padahal jalur darat sangatlah penting dan strategis untuk kelancaran transportasi dan mobilitas bagi masyarakat di pesisir barat dan selatan Aceh. 

Proyek yang sudah dimulai sejak tahun 2006 lalu, baru diresmikan akhir september lalu. Untuk tahap pertama ruas sepanjang 150 km, senilai $280 juta dibangun melalui kerja sama AS dan Indonesia, sedang sisanya ruas Calang-Meulaboh sepanjang 48 km akan diteruskan dengan bantuan dana hibah Multi Donor Fund (MDF).

Nah, menurut saya, melewati jalan ini rasanya seperti melewati jalan tol bebas hambatan. Aspalnya masih empuk karena jalan baru. Jembatannya kokoh, marka dan rambu jalannya lengkap, termasuk pekerjaan lansekap di sisi jalan. Lalu, apa yang terjadi dengan jalan yang lama? Jalan yang lama masih ada. tapi tidak dapat digunakan lagi karena jalannya putus sambung akibat bencana tsunami dulu. Hanya tiang listrik dan telpon yang belum digeser dari jalan utama. Mungkin itu nanti setelah jalan ini selesai. 

Saran saya, tidak ada salahnya kontraktor lokal yang ditunjuk sebagai partner dapat memetik pelajaran dariThe Parsons Corporation, kontraktor yang ditunjuk USAID untuk proyek pembangunan jalan ini. Dari yang saya lihat, saya rasa mereka memakai bahan yang bermutu tinggi, menggunakan peralatan yang baik dan dikerjakan oleh sumber daya manusia yang punya kemampuan.

Mudah-mudahan kita semua tidak hanya bisa memakai jalannya saja ya. Tapi juga dapat merawatnya dengan baik. Dan tidak cepat rusak dan tambal sulam seperti umumnya jalan di Sumatera. 


16 september 2011

35 comments:

Dani Artana said...

Bekas jalur tsunami Kak?

Dani Artana said...

Bekas jalur tsunami Kak?

Dani Artana said...

Kirim BBM ke pelosok. hihi

Dani Artana said...

Kirim BBM ke pelosok. hihi

Dani Artana said...

Waduh, gak diiket!

Dani Artana said...

Iya ya, kayak di film2 Hollywood
:D

Dani Artana said...

Loh, kok asik! Kayak kebun binatang?

Dani Artana said...

Wahh, ga bingung tuh pak driver liat sign sebanyak itu??

Dani Artana said...

:D
Semoga hasilnya awet, bukan produk 5 tahunan. Hehe

Andreas . said...

Jalan di Aceh, dari Medan ke Banda bahkan sebelum tsunami sudah bagus juga lho dan bus lintas provinsi, Medan - Banda bisa dibilang semuanya AC dan nyaman, kontras banget dengan bus di Sumut yang kadang buruk banget dan ancur layanannya

a riesnawaty said...

itu via jalur timur ya Mas? kalau iya. Memang jalannya bagus dan jalur padat (termasuk bus n truk)

a riesnawaty said...

sebenernya saya sedih. Waktu di pegunungan, banyak kera yang nongkrong di pinggir jalan. Mungkin makanan di hutan sudah berkurang sehingga mereka turun gunung. Kemaren ketemu kera yang tewas tertabrak kendaraan ... hiks!

a riesnawaty said...

kalo nggak salah denger, sudah ada peraturannya kok. Hewan ternak peliharaan harus dijauhkan dari jalan raya. Kalau enggak, akan didenda.

a riesnawaty said...

betul sekali. Banyak kampung yang direlokasi. Dan penyuluhan untuk waspada bencana sudah menyebar hingga pelosok. Dan ini salah satunya.

DhaVe Dhanang said...

kaya di cakar..ombak

DhaVe Dhanang said...

wasyyeeeekkkk obyeknya

DhaVe Dhanang said...

cakep uey...

DhaVe Dhanang said...

makanya 20KM ehehhe...

a riesnawaty said...

mas dhanang lihat sepeti yang saya lihat juga ya. :D walo real time-nya pasti serem.. dikejar ombak gitu lhooo...

a riesnawaty said...

jembatannya banyak

a riesnawaty said...

andai dia tahu.. hahaha..

emil emierdhynie said...

Contoh jalan yang bikinnya "niat" & ga korup (mudah2an)...

a riesnawaty said...

semoga

Andi Arsianto said...

wuih, jalan disana mulus banget ya? beda sama di bbrp belahan Sumatra yg lain

a riesnawaty said...

iya ya mas, jalan di sumatera umumnya jelek banget. kita jadi kelamaan di ijalan jadinya. kemana PU-nya ya?

Agam Fatchurrochman said...

Dulu aku lewat sini on weekly basis nih

a riesnawaty said...

kalo setahun sih... lumayan juga ya mas..;)

Agam Fatchurrochman said...

Bosen makanya di aceh. Wong orang aceh kl wekend ke medan

a riesnawaty said...

atau ke singapur.. atau ke KL.. :p

dwi fajariyatno said...

sempet ke taman safari aceh ya mbak kkkkkkkkkk

a riesnawaty said...

hahaha.. iya.. ternyata ini toh penghuninya

dwi fajariyatno said...

hahahah itulah musuh pengguna jalan......sangat berbahaya......

dwi fajariyatno said...

test kecepatan ya di jalan ini hihihihi......

dwi fajariyatno said...

cakeppp....

a riesnawaty said...

sayangnya bukan aku yang nyetir L300-nya.. *halah!*

 
;