Tuesday, November 14, 2006

aku dan pohon

aku mirip dengan idefix J - inget? Anjing mungil milik Obelix? – yaah tidak secara fisik sih mirip dengan idefix ..hehehe..tapi ada kemiripan jika mulai melolong sedih setiap kali melihat pepohonan tercerabut dari akarnya. Setiap melihat pohon besar ditebang –seperti seputar jalan Cempaka Putih atau jalan (aduh lupa namanya) yang ada di depan RS. Hasan Sadikin, di Bandung-, kontan aku meringis sedih.


 


Duluuuu banget waktu aku di ospek, di suatu sore yang dingin seputaran Gunung Puntang, di dekat kota Bandung. Aku kok lupa ya, materi apa ya yang diberikan senior -mana lagi ngantuk berat akibat kurang tidur- anyway, yang malah kuingat betul adalah ketika salah seorang mahadewa waktu itu (catat: julukan angkatan tua yang sok muda mau ikut-ikutan ngospek …hihihihi).


 


Nah waktu itu demi mencairkan suasana, ia mencolek bahu dan menyuruhku memeluk pohon. Bodohnya aku, dengan sigap akupun langsung memeluk pohon yang ada di dekatku.  Dan mengelus batang pohon sambil berucap :


 


“Pohoooon.. cepat besar ya…!” 


 


Begitu seterusnya, ke seluruh pohon yang ada disana TANPA KECUALI - sialan! Pohon gitu loooh, di hutan pula’ yang super banyak dan maha rapat itu- Jangan ditanya, maluuuu bow! Seluruh mata memandang dengan penuh rasa iba. Entah kepada pohon atau kepadaku seorang. J


 


Kemudian hubunganku dan pohon bagaikan hubungan cinta dan benci. Datang dan pergi. Putus nyambung seperti ABG yang baru pacaran. Seperti teman lama yang sudah lama tak bersua. Sibuk dengan kerjaan, sibuk dengan rutinitas, sibuk dengan gedung tinggi, bis, motor, bajaj yang berkeliling diseputar.


 


Dan akhirnya lupa.


 


Baru akhir-akhir ini, ketika kamera sudah menjadi karibku. Tanpa kusadari, selalu ada foto pohon diantara puluhan jepretan lainnya. Tidak ada yang istimewa hingga kemudian, salah seorang sahabat dekat, menemukan dan mengingatkanku kembali mengenai keajaiban ini.


 


p-o-h-o-n


 


Aku selalu menyukai pohon-pohon yang soliter. Yang sendirian. Yang tegak berdiri diantara ilalang. Yang rengkuhan ranting dan daunnya selebar mata memandang.


 


Tempat orang berlabuh ketika sedang menunggu bis. Sepasang muda-mudi yang menggores tanda cinta. Tempat seorang ibu sedang menangis sedih dan duduk diantara akarnya. Tempat seekor kelinci yang bingung jalan pulang. Dan tempat serombongan burung yang singgah ketika hendak ke selatan.


  


Itulah kenapa aku suka pohon, barangkali ada kemiripannya denganku. Aku tipe orang penyendiri. Sendiri, tapi tidak kesepian. Tempat beberapa teman dekat sering mencurahkan isi hati. Menangis dan tertawa bersama. Hhhhhh….


 


Waktu kecil dan hingga kini pun. Ketika naik bis, dalam kereta, ketika not in duty (lagi jadi sopir maksudnya J) aku gemar sekali duduk di dekat jendela. Memandang pohon di tepi jalan. Memandang rumah-rumah yang ada di dekatnya.


 


Dan setiap kali aku naik gunung. Selalu momen itu yang paling terasa. Ketika kelelahan sudah mencapai kepala dan kaki sudah letih melangkah. Satu-satunya hiburanku adalah duduk dan memandang pepohonan. Yang lekat oleh kabut. Yang harum karena baru turun hujan. Yang mulai meranggas. Meruntuhkan daunnya dan tidur tidur sejenak.


 


Rasanya ada rahasia kecil antara aku dan pohon itu. Setiap kali aku berjumpa dengan mereka. Ketika kami saling menyapa dan saling bertukar kabar. Ketika kami sama-sama tersipu malu dengan pipi kemerah-merahan.


 


Ya, hanya antara aku dan pohon.


 


 


 


 


Westchester 14 Nov 2006 1:37 AM (untuk beberapa teman yang dengan gencar selalu bertanya, Nita, Bongkeng, Ambar, Swasti …dan beberapa teman pemerhati pohon : Cahyo n Kris ….this is for U)

27 comments:

L Tjahjono said...

Thanks pentjerahanja Mbak ... menyentuh sekali hubunganmu ama pohon :D

XXXX YYYY said...

kalau kamu sekarang ke jakarta kamu akan menangis meronta-ronta...pohon2 di thamrin di cabutin untuk perlebar jalan.....hikssss.....hikss...

Penjaga Makam said...

Hiks... (terharu....)
Thanks ya non,.. akhirnya ada jawaban gue dapatkan..
... hmmmm, benar-benar seorang Ariesnawaty. Salut !

Andreas Purwanto said...

bikin rumah pohon yuk?

mlaku mlaku ambar said...

ternyata, hikssss cinta sejak jaman ospek...*bisa manjat pohon ngg Ries*

Lina Wiati said...

Walah ternyata sama ya pecinta pohon hehehe.....malah jaman baheula waktu SD, SMP saking ngefansnya saya suka belajar di atas pohon sambil memandang ke kali yang meliuk-liuk. Ngerjain PR atau sekedar baca-baca. Gleks!! Kadang terkantuk-kantuk terkena angin sepoi-sepoi tapi untung tak pernah terjatuh dari pohon. Walah mba aku jadi kangen belajar di pohon lagi.

a riesnawaty said...

Cahyo : itu baru cerita tentang pohon Yo. Ntar, tentang kucing lain lagi ceritanya :D

mas Feri : di Thamrin? sekarang? huhuhuhu....

Bongkeng : iya Mas, at least itu yang bisa saya ceritakan (selain tanah basah, rumput, dedaunan) lho? buanyak toh?

mas Andre : rumah pohon? Anak-anak jaman sekarang, yang rumahnya sempit dan nggak ada pohon gede lagi. Sedih ya..

Ambar : hehehe.. manjat pohon? asal jangan beringin aja. huehehe..

Linawati : asyik banget ndenger ceritamu Lin .. pasti itu di kaki gunung Cikuray ya?

wiku the ceo said...

bercerita...
aku mencari gambar (pingin motret) pohon yang ada ayunannya....selalu mengingatkan pada masa kecil dulu...
ada tak disana??

a riesnawaty said...

duuh.. belum ada tuh Mas ..

R. Joko Sutias said...

hmm.. jadi ga pusing-pusing cari hadiah dong..
kalau mau kasih ke kamu kasih aja pohon yaKK??? hehehe

Emma ɐɯɯǝ said...

pohon juga menjadi tempat 'pelariankuw' sejak sd.. oya ..waktu teka pernah juga 'kencan' di pohon... hehehe...

rosalia heny said...

Mbak aku juga suka idefix. He he he apa itu berarti aku suka sama pohon ya ??

a riesnawaty said...

cieeeee... cieeeee... :D

a riesnawaty said...

deuu mbak Heny... mari kita sama-sama tanya sama Idefix ya? hehehe...

Deni Wangsa said...

Pohon......
jadi inget masih kecil dulu...suka manjat2 pohon
menyentuh...sekali mba...tulisannya

a riesnawaty said...

makasih Deeen...

tjee-pee - said...

ngomong2 soal pohon!!..ijk pernah jatoh dari pohon dgn ketinggian 4 meter..
gubrak!!..hiks..Syaakiit..:-((

a riesnawaty said...

astagaaaa....!
*tapi nggak kapok untuk manjat pohon lagi kan? :-)

rinda koban said...

Untung bukan mirip Obelix ya :), yg suka nyabutin pohon2 gede buat nyerang serdadu Romawi di hutan.

a riesnawaty said...

iya nih Mbak...

*masih suka baca asterix*

tjee-pee - said...

waktu umur 7 taon.,
maksudnya mau ngambil jambu mede..ee..dahan yang menopang tubuhku patah,kreek!!..
terjun bebaslah aku...#@$^%****

Andi Muhlis said...

Waktu ospek, ada yang 'pohon' yang teriak ...."Ariesnawaty!!!! maukah kau merawat aku????" Pohon itu tergantung dengan tali tambang yang besar :))

a riesnawaty said...

hehehe....
*celingak-celinguk mode on*

Narrow Daylight said...

it's a very nice writings, sis! I very much like it. i was looking through all your posts and great. salam kenal.

a riesnawaty said...

My great pleasure my Bro. Met kenal juga...

Anonymous said...

Aries, baca ceritamu jadi inget cerita seri Korea, Endless Love, tokohnya suka banget sama pohon, dia mengukir nama cinta pertamanya di pohon ...( eh gak boleh yaa corat coret di pohon??) Ehm, panjang deh ceritanya... "cape' deh..." ;) aku juga suka pohon, buat menikmati semilir angin...sambil baca Bobo ...

a riesnawaty said...

nice to hear that An... :D

 
;