Wednesday, May 18, 2011

catatan perjalanan : kerintji episode : PLEASE DEH….SAYA BUKAN ATLET !

Setelah bertahun-tahun jalan bareng dengan rupa-rupa pendaki. Saya akhirnya bisa mengkatagorikan mereka kedalam dua golongan utama.  

Tipe pertama adalah tipe atlet. 

Nah.. jangan bayangkan mereka seperti atlet binaraga atau atlet tinju yang berbadan besar dan kuat. 

Orang yang bertipe ini umumnya bertubuh kecil –nyaris ceking- tapi otot-ototnya liat dan rasanya kalau dipanggang pasti 
alot sekali. 

-belum pernah nyoba sih. Tapi sepertinya sih begitu haha..- 

Kata seorang teman, mereka ini memang sudah dianugerahi sistem tubuh dengan metabolisme yang baik. Melihat tampilan fisiknya, sekilas orang-orang dengan tipe ini rasanya tak mungkin bisa nanjak secepat dan sekilat itu. 

Tapi itulah ajaibnya ciptaan Tuhan. Dengan tubuh seperti itu, mereka bisa naik dengan cepat tanpa henti, memanggul keril hingga 100 liter.  

Bahkan kalau dibiarkan trekking tanpa beban. Saya yakin mereka sanggup tek tok sampai puncak dan turun hari itu juga. 

Nah.. tipe kedua adalah tipe manusia biasa. 

Tipe kedua ini adalah tipe pendaki yang pasrah menerima kenyataan bahwa dirinya adalah manusia biasa dan harus bekerja keras untuk menyamakan kekuatan. 

Secara fisik, memang jauh berbeda dari tipe pertama. Mungkin karena terlalu banyak duduk di belakang meja. Alhasil tubuh bulat tak berbentuk akibat badan penuh lemak. 

Untuk bisa sekedar mendekati tipe atlet –mendekati lho ya.. bukan menyamai-  Berbulan-bulan sebelum pendakian mereka harus rela berkorban untuk berlatih untuk meningkatkan ketahanan fisik. 

Harus ditambah dengan manajemen kalori yang baik dan gizi yang cukup. Orang dengan tipe seperti ini biasanya berjalan perlahan dengan ritme teratur dan sering berhenti dengan ritme yang teratur pula -hehe.. maab.. kalo itu saya- dan selalu berharap pos terdekat sudah tiba. 

Keril tidak terlalu besar. Hanya barang-barang pribadi saja. Selisihnya bisa 3 atau 4 jam perjalanan di belakang sang atlet. 

Dan saya termasuk tipe kedua. 

Sebenarnya banyak lagi tipe lainnya. Pengembangan dari kedua tipe diatas. Lain kali lah. Kalau ada waktu akan saya bahas. Nah.. kalo gitu, bagaimana jika kita lanjutkan saja kisahnya. 

Begitu mulai, pak John langsung melejit mendahului yang lain. Joko mengekor di belakang. Disambung Emma, Ivana, Lia, Saya, Wangsa dan terakhir barulah Cecep menyusul.

Namun memang pada akhirnya formasi akan berubah sesuai dengan kecepatan dan ketabahan masing-masing 

Jarak dari pintu gerbang ke pos 1 tidaklah terlalu jauh. Bahkan dari pintu gerbang sudah terlihat ada pos 1. 

Jaraknya hanya beberapa puluh langkah saja. Disini ada semacam bagunan kecil – mungkin toilet- dan bangku panjang dari batu kali yang berbentuk huruf U. Cepat juga. 

Hanya sesaat kami disini. Mumpung masih pagi dan masih semangat. 

Kami langsung bergerak menuju pos 2. Kini kami sudah masuk menembus hutan tropis yang rimbun.Pukul delapan kurang sepuluh menit, Cecep dan Pak John sudah mencapai pos 2. 

Lima menit kemudian satu persatu dari kami mulai berdatangan. Jalur dari pos 1 ke pos 2 juga masih relatif datar. 

Terus naik sih tapi tidak terlalu ekstrim. Disinipun kami hanya istirahat sejenak. Ada bangunan beratap fiber dengan rangka besi tapi tanpa dinding. 

Ada bangku dari adukan semen dan batu di dekatnya. Tempatnya cukup lapang. Bisa dipakai untuk berteduh di kala hujan. 

Jarak dari  pos 2 ke pos 3 tidaklah terlalu jauh. Walau jalurnya mulai bervariasi tapi masih bisa kami atasi. 

Disini jalannya kombinasi dari yang sedikit landai hingga mulai menanjak. Tapi tanjakannya.. masih manusiawi kok 

Kami masih berada di dalam hutan sekunder dan mulai banyak lumut.  

Pukul 09.04 pagi Cecep sudah duduk manis di pos 3. Pak John baru datang. 

Sementara kami, masih tercecer di belakang. Ivana berjalan bersama Emma. 

Jauh di belakang mereka, menyusul saya dan lia. Baru kemudian terakhir di belakang, ada Wangsa dan Joko.  Masing-masing rombongan kami terpisah sekitar 15  menit jaraknya. 

Ya.. tentu saja sebagai akibatnya kami baru full team sekitar pukul sepuluh pagi.

Pos 3 ini bentuknya mirip sekali dengan pos 2. 

Beratap fiber dan kombinasi rangka kayu+besi, berlantai tanah dan dilengkapi dengan bangku batu panjang berbentuk huruf U. 

PERJALANAN BARU SAJA DIMULAI

ah.. agar tidak bingung, ada baiknya saya jelaskan disini. Tidak seperti di gunung lain, di tempat ini urut-urutannya adalah : 

pos 1 – pos 2 – pos 3 – shelter 1 – shelter 2 – shelter 3 – tugu yuda - puncak

Maka… setelah pos 3, kami teruskan lagi perjalanan menuju shelter 1. Tahukah kalian apa yang terjadi? Cecep dan Pak John sudah nongkrong di shelter ini sejak jam 11 pagi. 

Dan saya.. baru tiba.. satu setengah jam kemudian.. hahahaha…maaf ya. Kalian jadi lama menunggu.

Ini semata-mata dikarenakan tanjakan-tanjakan itu tak ada habisnya ditambah dengan dengkul dan nafas kami yang sepertinya harus di-upgrade lagi deh.

Cecep sudah menyalakan kompor dan membuat minuman. Aduh, nikmatnya..!!! 

Maka, bekal nasi kami buka. Ini memang waktunya makan siang. Dengan lauk rendang yang sengaja Pak John bawa dari Jakarta. Lengkap sudah makan siang kami saat itu. 

Shelter 1 ini cukup luas lho. Bisa didirikan tenda disini. Namun sayang, bangunan shelternya sudah binasa. 

Hanya ada onggokan rangka besi bekas atap shelter yang rebah di tanah. 

Disini kami bertemu dengan satu rombongan pendaki yang baru naik, namun mereka akan menginap di tempat ini.

Pukul 13.30

Dengan berat hati –karena rasanya ingin buka tenda saja di shelter 1 ini - pendakian kami lanjutkan lagi. 

“Mbak, lihat deh” tunjuk Lia pada papan penunjuk shelter. Ada papan tambahan yang bertuliskan : 

PERJALANAN BARU DIMULAI, JAGA SIKAP DAN PERBUATAN


Kami saling berpandangan. 



Perasaan kami mulai tidak enak. 

18 comments:

emil emierdhynie said...

lho beda ya ? pos & shelter ? kirain sama...jadi binun :)

dwi novi said...

wakakakakkkk.... jadi tadi jalan sejauh itu baru pemanasan....??? gubrrraaakkkk...... :))

a riesnawaty said...

iya. sepertinya begitu. Team pendaki yg masang plang info pos. Membuat urut2an-nya seperti itu. *sempet seneng udah pos 3.. tapi ternyata.. harus mengulang lagi dari shelter 1..wkwkwkwk*

a riesnawaty said...

padahal.. kenapa nggak dibuat .. pos 1 s.d pos 6 yah? kan lebih ketahuan

a riesnawaty said...

itulah salah satu sebab.. kenapa joko, akhirnya nangkring di shelter 2. *alasan resminya sih. karena dia udah pernah ke kerinci.. alasan tak resminya.. xixixi...hanya dia yang tahu*

dwi novi said...

alasan resmi nya, masalah berat badan sepertinya... hahhaaa....

a riesnawaty said...

hahahaha....:))
keknya sih gityuuuu...

L1n4 only said...

wakaakkaka jadi yang tadi itu dianggap jalan sehat pagi hari doang ya hahahahaaha.. lanjutkan mbak....

a riesnawaty said...

hahaha.... lanjuuuuut...!!!!

vyara wurjanta said...

"...PERJALANAN BARU DIMULAI, JAGA SIKAP DAN PERBUATAN..."


wkwkwkwkw... kalo gw yg baca, udah mutung kali, langsung balik turun gunung... ;D

a riesnawaty said...

sayangnya waktu itu, aku n lia.. belum sadarrrr... *kalo sadar.. mungkin ikutan turun deh* ;)

May Hendrawati said...

quotes yang mengerikan ya Ries : perjalanan baru dimulai, jaga sikap dan perbuatan...secara itu udah siang gitu lho :)

a riesnawaty said...

iya May. Ampuuun DJ deeeh

suwasti dewi said...

artinya stretchingnya lengkap tuh dari pos 1-3..hihihihi..

a riesnawaty said...

huahahahaha...!!! betullll sekaliiii!

Lia Bloomy said...

OMG, kalo diinget lagi, papan kecil bertuliskan "Perjalanan baru dimulai..." itu benar-benar membuat hatiku ciut. jadi dari pos 1-3 tadi itu apaaa?

a riesnawaty said...

baru pemanasan ;)

M.G. AQUINO said...

really nice camping fotos...^^

 
;