Friday, January 22, 2010

tour de Madura episode ada ramuan madura di Keraton Sumenep

Hari keempat , Jum’at ; 1 Januari 2010; DARI API ABADI HINGGA AIR TERJUN TOROAN (yang nggak kesampean)

Kisah sebelumnya : si ganteng itu namanya La Ya La

“Jadi ya bu… nanti malem, sebelum bertanding …” Si pemandu tak jadi meneruskan kalimatnya. Semua yang ada dalam ruangan itu terpingkal-pingkal karena geli.

“Buhuahahahaha…. “

Kami masih saja tergelak. Terutama suami saya–kalau yang pernah ketemu .. pasti tahu, kalau dia udah ketawa, pasti bikin orang iri. - Dan wanita paruh baya itu, pasti bersumpah ingin ngumpet sejauh-jauhnya.

Ramuan madura memang terkenal sekali. Tadi dia sedang beli obat sari rapet dan obat yang bisa bikin perawan lagi  Nggak hanya itu, ada juga obat kuat untuk laki-laki dan dan obat untuk segala macam penyakit. Rupa-rupa kok bentuknya dan dikemas dalam botol kecil.

Museum dan Keraton Sumenep terletak di belakang alun-alun kota Sumenep; tiket masuknya Rp 1000/ orang dan setiap pengunjung yang datang wajib didampingi oleh pemandu. Nah, kebetulan ada serombongan orang juga yang ingin keliling keraton. Maka kami bergabung dengan mereka.

Tapi sejak masuk museum dan berputar di sekitar istana. Saya merasa seperti dikejar anjing. Cepet banget jalannya.Hehe..mungkin pemandunya bosan karena harus mengulang-ngulang hal yang sama.

Walau dalam posisi ‘dikejar anjing’  saya masih ingat kalau kompleks ini terdiri atas 3 bangunan yang difungsikan sebagai museum. Diantaranya berupa koleksi kereta kencana, tempat tidur raja dan beberapa foto raja.

Di sisi lain ada bangunan yang seluruh temboknya di cat kuning. Kemudian baru saya tahu kalau ini disebut dengan Kantor Koneng. Kemudian di sisi utara, ada rumah tinggal yang juga dijadikan museum. Konon rumah ini dipakai raja untuk menyepi, karenanya rumah itu disebut dengan Romah Panyepen.

Nah yang menarik adalah bangunan pendopo untuk pertemuan. Pendoponya luas dan masih terawat dengan baik. Sama seperti keraton di Jogja dan Solo. Lalu ada juga pohon beringin di sampingnya.

Di sebelah timurnya ada kolam pemandian yang dikenal dengan nama Taman Sare yang dalam Bahasa Indonesia berarti kolam yang asri, indah atau menyenangkan. Psst….air kolamnya konon mempunyai khasiat menjadikan orang awet muda. 

Walau kini Keraton Sumenep tidak lagi dihuni seorang raja beserta para abdinya. Namun bangunan yang berumur lebih dari 200 tahun dan merupakan perpaduan antara gaya arsitektur Eropa, Arab, dan China itu masih tetap terjaga.

JALUR UTARA MADURA

Sebenarnya suami saya agak ragu lewat jalur ini. Yang ia dengar, jalur utara pulau Madura buruk sekali. Sebaliknya, saya justru penasaran. Kalau tidak sekarang kapan lagi merambah jalur utara yang jarang dilewati orang itu. Mumpung hari masih terang toh?

Dan benar saja. Jalannya nggak rusak kok. Hanya memang tidak semulus aspal di jalur selatan, tapi cukup baik. Empat motor masih bisa beriringan meyusur pantai yang  ada di kanan kami. Sedang di kirinya, berganti-ganti kami dimanjakan oleh hutan, perkampungan, muara sungai dan bukit batu diantara padang rumput dan kuburan.

Iya.. kuburan banyak sekali. Saya jadi ingat film-film highlander gitu deh, yang settingnya di New Zealand atau Inggris Raya.

Namanya juga edisi jalan-jalan, nggak lengkap dong kalau tidak berhenti di tepi pantai dan foto-foto dengan pio masing-masing. Sayang tidak sempat mampir ke air terjun Toroan. Katanya airnya langsung terjun ke laut. Ah.. sayang banget 

Tapi rasa kecewa itu sedikit terobati. Dalam perjalanan pulang, mampirlah kami di rumah teman Toni di Sampang. Kami ditraktir nasi campur khas Madura yang terkenal itu. Isinya, seingat saya, adalah nasi dengan lauk rupa-rupa ikan laut, udang, cumi yang diberi bumbu khas madura. Rasanya asin, manis dan pedas…… serba seafood deh. Dan yang pasti ... uenaaaak tenaaaaannn broooo!

Setelah sholat magrib, kami pun pamit dan meluncur menuju Bangkalan.

TOKO NUSA INDAH, OLEH-OLEH KHAS MADURA

Mau beli oleh-oleh? Nggak usah khawatir. Di pusat kota Bangkalan ada satu toko oleh-oleh. Namanya toko Nusa Indah. Toko ini ada di jalan KH.  Moh Kholil 105 telp 031-3091608. Nggak jauh dari basecamp BSR.

Kalau teman-teman pernah belanja toko oleh-oleh di Sidoarjo. Nah… disini tempatnya kurang lebih sama seperti toko oleh-oleh khas Jawa Timuran itu.. Bisa dipesan atau dibuat paket yang dikemas dalam dus kecil yang isinya silakan pilih sendiri.

Walau tidak begitu luas, tokonya penuh sesak dengan pembeli. Di dindingnya penuh dengan rak-rak isi keripik, kerupuk dan cemilan, rupa-rupa terasi, bumbu dapur yang kalau saya lihat dari label kemasannya berasal dari berbagai penjuru Madura. 

Nggak hanya makanan, mereka juga jual batik Madura (harganya berkisar 100-200ribuan), tshirt gambar Jembatan Suramadu, Karapan Sapi dan baju loreng merah putih ala tukang sate itu lho. Harganya 50 rupiah sadja. Oiya sudah pasti ada satu rak isi ramuan Madura tentunya ada disana. Super lengkap!

Akhinya kami nggak jadi nyebrang malam itu. Kami kelelahan padahal baru jam 9 malam. Maka setelah kenyang online sepuasnya di warnet BSR (tengkyu Waaan!) dan puas belanja oleh-oleh.  Malam itu juga kami bergerak menuju rumah Toni. Kami numpang nginap ya Ton  Wawan dan Yaya ikut nginap juga. Wah.. jadi rame deh.

Rumah toni ini agak di luar kota Bangkalan. Ke arah menara suar rupanya. Walau hati sedikit gentar karena kami harus lewat jalan nan panjang dan sepi, dibawah temaram lampu jalanan, diantara rinai hujan, yang di kanan-kirinya penuh dengan pohon kamboja yang semerbak mewangi.Dan sudah pasti penuh dengan kuburan 

“Jangan-jangan besok kita bangun, ada di atas kuburan” Cetus suami saya *kebanyakan nonton film horor*

“dan baru tahu kalau kita habis makan daun” saya menambah bumbu. Hahaha….

Setelah mandi saya langsung tidur. Tapi sayup-sayup saya masih dengar para pria ini ngobrol ngalor ngidul meng-update gossip-gosip lokal


Next : ada Mascord dan perusahaan kerupuk ABC di Magetan

5 comments:

theresa jackson said...

Menarek sekali neh! Duh, serasa ikut!

L Tjahjono said...

LANJUTTTTTKEUNNNN! :D

Emma ɐɯɯǝ said...

seruuuuuuuuuuuuuu....itu siapa yng dipoto sambil loncat?

tjee-pee - said...

LAGGIIIIIIIII.......:D

a riesnawaty said...

namanya Toni, Mak...

seru deh. ngeliat gayanya, aku jadi punya banyak referensi utk foto lulumpatan.

 
;