Monday, July 16, 2007

ah pada dasarnya mereka adalah remaja biasa




Menggoda cewek yang lagi nunggu angkot. Mengirim penganan kepada temen cewek yang sedang ditaksirnya –dan walau ditolak mentah-mentah J, hehe.. teteup semangat dong ya- Terus mengeluarkan snack dari daypack doraemonnya –yang anehnya nggak pernah habis isinya- Sebagian ngobrol dengan bahasa isyarat. Beberapa duduk diam dengan tampang nyaris mau muntah –yang ini lagi mabuk-  dan sisanya bertampang cemas –ini pertama kalinya pergi jalan-jalan- adalah suasana di dalam bis mungil sewaan kami hari itu.  


Ah, pada dasarnya mereka adalah remaja biasa. Hanya bedanya -kebetulan- mereka bersekolah di Sekolah Luar Biasa.


Sudah menjadi program temen-temen dari Bravo Penca –Barisan Volunter Penyandang Cacat- pada liburan sekolah kali ini mengajak adik-adik dari SLB B Lenteng Agung untuk berlibur ke Pasir Mukti. Untuk mengajak dan mendekatkan mereka kepada kehidupan dan suasana di dunia pertanian.


Ada 22 peserta yang ikut. Rata-rata duduk di bangku sekolah menengah pertama. Terdiri dari tuna grahita dan tuna rungu. Mereka semua dari sekolah yang sama. Sekolah ini adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.


Coba deh lihat, betapa sabarnya mereka ketika memancing ikan. Terpekik gembira ketika memberi makan ikan. Terbaha-bahak ketika memanen kacang tanah. Berseru-seru ketika mengelus kambing jantan. Terkagum-kagum melihat kebun anggrek dan kebun buah.  Menangis ketika terjatuh di pematang sawah. Serius ketika menanam padi. Terkikik-kikik ketika bemain lumpur dan membajak sawah. Dan puncaknya….. tentunya mandi-mandi di sungai dooong…. J


Senangnya melihat wajah-wajah puas dan gembira. –walau gosong terpanggang matahari hihihi- Apalagi ketika mereka berseru-seru dan berucap :


“Lain kali.. ajak kami lagi ya Kak!”


Ah, pada dasarnya mereka adalah remaja biasa ….. sama kok seperti yang lainnya.


Pasir mukti, 1 juli 2007


(baru sempet ditulis hari ini; semua foto courtesy fr. Joko, hormat yang sedalam-dalamnya untuk temen-temen bravo hari itu : igie, Ira, Ito, Azis, Santoso, Randy, Hikmah, Dwi, Aan & Emil, juga buat Mario yang memantau dari jauh sana)

19 comments:

deasy natali said...


Mbak Aries jahaaaattttt...........
aku kok ndak diajak........
aku butuh berada disekitar mereka.....
just to remind me bahwa aku sangat beruntung dan berada disekitar mereka bikin hidup kita jadi lebih berarti.......
next time aku ikuuuuuttttt yaaaaaaaaa..............
mmmmuuuuuuuaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh............... ^_~

XXXX YYYY said...

hiks...hiks....bahagianya....mengharukan...

Toto ' said...

Mereka adalah kita, kita adalah mereka....sama2 manusia :)

XXXX YYYY said...

Okky lagi seneng apa takut nih?

Winda Noveriyan said...

senang bisa berbagi yah..:)

XXXX YYYY said...

salut untuk para sukarelawannya...

Iman Soe said...

menyenangkan melihat mereka tertawa.:D

tjee-pee - said...

Hmm...salut!

bagus hu said...

kakak gw kerja di panti tuna grahita ries. kebayang deh kyk gimana :)

upit upit said...

tuh... mereka ternyata gembira banget.. sampek pengen terus diajak...

ojioji ojioji said...

senengnya berbagi kebahagiaan dgn orang2 yg kurang beruntung dr kita,salut buat tim bravo !!

ical saleh said...

mereka seneng bgt ya..n kita jd ngerasa diri harus lebih 'bersyukur' lagi ya Mba..:)

*aku gak jadi ikutan*

Suparka S Raksapradja said...

Aki senang sekali atas kegiatan semacam ini. Teruskanlah.

Suparka S Raksapradja said...

Berbagi keceriaan,.......... , teruskanlah para sukarelawan

IKHa IKHa said...

kenapa dy nangis Mbak...

IKHa IKHa said...

aku sering ketemu mereka...(tiap hari lewat sekolahan mereka)

bagus hu said...

kakak gue kerjanya di panti tuna grahita, punya depsos. banyak suka dukanya. lebaran kemaren petugas2 sempet kesel ama orangtua murid yang ninggal anaknya begitu aja di panti. lebaran kemarin ini temen2nya udah dijemput keluarganya, dia belum juga dijemput. terpaksa temen kakakku nganter ke karawang. dari panti di karawang udah siap2 ngomel aja ke ortunya.

eh pas sampe sana malah nggak tega. ternyata keluarganya miskin banget. trus ibunya udah tua. niatnya mau ngomel malah batal. yang ada malah jadi nyangonin itu anak. kesian, setahun sekali umpul sama keluarga aja nggak mampu...

a riesnawaty said...

berusaha keras meniti pematang sawah. Mau nyusul temennya, tapi nggak bisa. Aduuuh.. sedih ngeliatnya. Dia nangis karena frustasi. Tapi nggak berapa lama udah ketawa-ketawa lagi bareng temennya. namanya juga anak-anak. Cepet lupa kali ya.

a riesnawaty said...

dan banyak yang kayak gitu ya Gus *menarik nafas panjang*

 
;