Thursday, January 31, 2013

kembang ilalang di oro ombo



 Setiap kali lewat tempat ini, saya selalu berjanji. Suatu hari saya akan khusus datang dan bermain-main dengan mereka. Dengan padang,  bukit, ilalang,  hujan,  awan,  bunga rumput, pohon pinus, angin dan burung-burung yang terbang diatasnya. Lalu tanpa disangka kesempatan itu ada. Bergegas membawa kamera dan handycam. Berjalan dari ujung hingga ujung padang. naik bukit lalu turun bukit. menerobos ilalang. Menyentuh batang rumput, menyapa pendaki yang lewat, menghirup harum bunga lavender dan duduk mendengar cericit burung. .. aaah,.. kalian tak kan pernah tahu rasanya. (kecuali.. kalau sudah kesana..hehehe)

-BTR, 31 Januari 2013, 13.41 Wib, ketika nyit-nyit sedang mandi kucing-


Tuesday, January 22, 2013

ada muaro jambi di tepian batang hari


Jika ada yang bertanya dimana letaknya Candi Muara Takus, tentu dengan keyakinan penuh akan saya jawab : di propinsi Jambi. Semantap dan sejelas pelajaran sejarah yang saya terima waktu es de dulu. Tapi itu sebulan yang lalu. Ketika saya dengan bodohnya merencanakan akan pergi kesana seusai trip dari pedalaman Jambi. 

Masih terbayang di benak saya tentang candi ini. Sebuah bangunan persegi yang rapi yang disusun dari susunan batu bata merah. (tentu tak berwarna, karena buku sejarah saya dulu berupa cetakan hitam putih) ;p Dan kenyataan pahit harus saya terima. Muara Takus ada di Riau. Itupun masih 135 km lagi dari ibukota Pekanbaru. 

Lalu pencariannya saya balik. Dari gambar menuju lokasi. Dan ternyata saudara-saudara. Dari gambar yang saya hapal betul bentuknya itu, ternyata adalah candi Muaro jambi. Dan iyahaa! letaknya ada di propinsi Jambi. Ada yang salah dengan buku sejarah? Hmm.. itu soal nanti. The good news is. I found my candi. :)  

Maka, akhirnya disinilah saya. Bersama my partner in crime, Ika dan ditemani teman-teman dari Sendal Jepit, Jambi. Saya diantar berkeliling. Menyusuri situs ini tak cukup waktu sehari. Sebenarnya kalau memungkinkan saya ingin menginap di wisma yang ada di pusat kompleks ini. (walau agak spooky :p) Disini juga ada museum, mesjid, toilet umum dan banyak tempat jajan. Oh iya, jangan lupa menyewa sepeda. Tinggal pilih, sepuluh ribu rupiah saja. SEPUASNYA :p. 

 BTR 22 Januari 2013, 15.53 wib, spin off trip Suku Anak Dalam 9-17 Desember 2012; hujan gede, belum masak, belum menyetrika dan mpus khow-khow nongkrong miau-miau di depan monitor .. oh my....:p
foto-foto selengkapnya ada disini : ada muaro jambi di tepian batang hari

Muaro Jambi terletak pada tanggul alam kuno Sungai Batanghari. Situs ini mempunyai luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai. Luasnya dua puluh kali lebih besar dari Borobudur dan dua kali lebih luas dari kompleks Angkor Wat di Kamboja, Tak perlu heran jika ternyata Candi Muarojambi disebut sebagai kawasan candi terluas di Asia Tenggara. 

Sampai saat ini telah teridentifikasi kurang lebih 110 bangunan candi yang terdiri atas 39 kelompok candi. Sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum dikupas (diokupasi) dan masih dimiliki oleh penduduk setempat. Namun baru sembilan candi yang telah dipugar : Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano.

selengkapnya : wikipedia ; candi muaro jambi ; jambi prov

Thursday, January 10, 2013

seribu candi jonggrang



ketika tiba di tempat ini selalu ketika matahari akan tenggelam. Lalu buru-buru, mendung, tak sempat motret dan terlalu banyak orang. Tapi selalu saja tempat ini memanggil-manggil untuk datang dan datang lagi. Someday.. saya pasti kesini lagi. 

(spin off trip ranu kumbolo awal tahun 2013 lalu; BTR 10 Januari 2013; 08.17 windy mornin')

selengkapnya :  seribu candi jonggrang

once upon a time at Ranu Kumbolo



Kali ini tak ingin ke puncak mahameru, hanya ingin kemping di ranu kumbolo dan bermain-main di sekitar oro ombo. Tahun ini danau ramai sekali. Mungkin karena libur panjang dan banyak yang ingin merayakan tahun barunya di gunung. 

Apapun itu... selamat tahun baru ya!

BTR, 9 Januari 2013; 20.04 (ketika mpus bokir maen sendirian)

-total 15 orang termasuk dua anak es de, dengan dua mobil berangkat dari jakarta, dua orang menyusul dengan pesawat, satu datang dari surabaya dan satu lagi merapat dari banyuwangi. Btw, danaunya penuh kayak cendol.


rame bangeeeeeeed.. :(( *nangis di pojokan*-trip 28 des -3 januari 2013

another pics : ada disini nih..

Tuesday, December 04, 2012

Monday, November 26, 2012

So long my Multiply


Beberapa tahun lalu, pernah seorang teman bertanya. Kenapa tak punya fesbuk? Ah.. alasan saya sederhana. Fesbuk terlalu ramai. Ibarat pasar, riuh rendah dengan orang yang lalu lalang. (saat itu) saya masih setia dengan Multiply.

Bagi saya MP seperti rumah yang berpagar dan sepi. Tempat saya merenung dan tempat tujuan ketika pulang.  Tapi ada kalanya juga sih ramai, beberapa teman kadang mampir dan ngobrol. Atau gantian saya yang berkunjung, mengintip dan menitipkan pesan.

Namun beberapa waktu lalu diumumkan kalau tempat ini akan dihapus dari peredaran.


Kecewa memang. Rasanya seperti rumahmu yang cantik (walau sebenarnya statusnya masih ngontrak ;P) yang telah kau cat dengan warna kesayanganmu, yang telah kau isi dengan perabot kesukaanmu dan kau hias dengan lukisan terindah. Akan dirubuhkan karena akan dibangun mal.


Padahal kalau saya ingat. kenangannya banyak disana. Yang manis, yang pahit. Semua jadi satu. Dulu ketika masih banyak orang datang berlama-lama dan mendengar ceritamu. Dulu ketika teman-teman datang berkunjung dan ngobrol kesana-kemari.


Tapi itu dulu. Sekarang jamannya orang lebih suka yang instan. Menulis status bila perlu hanya satu kata. Menulis status tidak lebih dari 140 karakter. Kalau motret, saat itu juga bisa langsung di unggah.

I-n-s-t-a-n- dan c-e-p-a-t.

Lalu akhirnya saya buat juga account di facebook. Bukan karena ikut-ikutan, bukan karena tak punya prinsip, bukan karena trend dan bukan karena sebal menjawab pertanyaan orang kenapa saya tak membuat fesbuk. Tapi karena saya mulai merasa kehilangan teman-teman yang biasa mampir. Pada kemana ya mereka? Saya kan masih ingin ‘memantau, perkembangan mereka dong. Masih ingin silaturahmi.

Maka akhirnya saya pun pindah ke komplek sebelah. Dan komplek itu bernama FACEBOOK .. hahahaha! 

Yaah.. walau berisik, tapi oke-laaah!


Tapi entah mengapa saya masih merindukan ‘rumah kontrakan’ saya yang dulu. Saya jadi ingat kalau saya JUGA punya rumah kontrakan lain yang dulu hanya jadi tempat saya menyimpan koper. Nanti akan saya benahi deh. Dan semoga KELAK akan menjadi rumah yang damai pula untuk saya. 

Nanti kalau sudah rapi, mampir ya. Alamatnya disini nih : ariesnawaty.blogspot.com

Selamat tinggal rumahku yang manis. ;) baik-baik ya kamu disana..

BTR, 26 November 2012; 11:53 AM (habis hujan gede, dan semua mpus tidur di posnya masing-masing)
----------------------------------------------------------------------------------------------------

Fakta tentang ariesnawaty dan multipy
nama account :ariesnawaty
alamatnya : http//ariesnawaty.multiply.com
posisi : indonesia
telah menjadi anggota sejak 18 Desember 2004
kontak saya : 436 orang
yang telah mampir : dilihat 7226 kali oleh 1259 orang (bisa lebiiiih.. bisa kurang.. tergantuuung :p)

Ranau dari ‘Hara’ dan ‘Reranau’


Nama Ranau diambil dari legenda pepohonan bernama ‘Hara’ dan ‘Reranau’. Suatu hari, seorang pemuka masyarakat meminta rakyatnya untuk menebang kedua pohon ini untuk keperluan bercocok tanam. Ajaibnya, tak seorang pun berhasil melakukannya. Sampai sang pemuka masyarakat itu sendiri yang turun tangan dan sukses menebang kedua pohon tersebut. Namun, dari bekas tebangan itu timbul mata air yang mengalir tanpa henti hingga terbentuk Danau Ranau seperti sekarang ini.

Ada juga legenda lainnya, seperti legenda kelengkup gangsa misalnya. Tapi itu lain cerita.(lihat disini :  selanjutnya)

trip bersama MiLYS ; 26-28 oktober 2012 ;531 km Jakarta-ranau melalui liwa-bukit kemuning lampung, my last posting :( BTR 26 Nopember 2012; 1:08 PM, mendung lagi selepas hujan. Nyit-nyit lagi bubu ciyang di bawah kursi :p


foto selengkapnya ada disini

Tuesday, September 11, 2012

pagi itu, di danau gunung tujuh

Photobucket
danau gunung tujuh
akhirnya kami kesini lagi. setelah setahun lalu, hanya bisa berharap agar dapat mendirikan tenda di tepi danau dan menanti matahari terbit dari sini.

[24-25 september 2012]


Danau ini terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. Untuk menikmati keindahan dan kesejukkan udara Danau Gunung Tujuh pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan setapak selama 2-3 jam. Danau Gunung Tujuh merupakan danau kaldera yang terbentuk akibat kegiatan gunung berapi di masa lampau. Pada ketinggian 1.996 m dpl, danau ini merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Danau ini sering ditutupi kabut dengan suhu rata-rata 17 0C. Luas Danau ± 960 ha dengan panjang berkisar 4,5 km dan lebar 3 km. Danau ini dikelilingi oleh tujuh gunung, yaitu Gunung Hulu Tebo (2.525 meter), Gunung Hulu Sangir (2.330 m), Gunung Madura Besi (2.418 m), Gunung Lumut yang ditumbuhi berbagai jenis lumut (2.350 m), Gunung Selasih (2.230 m), Gunung Jar Panggang (2.469 m), dan Gunung Tujuh (2.735 m). 

Sunday, June 03, 2012

papandayan si hutan gunung





Pantas saja kenapa sore itu Tegal Alun terasa lengang. Hanya ada kami dan pucuk-pucuk edelweis yang bergerak perlahan karena disapa kabut. 

"It's like our private backyard" seru kami. Hanya saja tempat seluas ini hanya ada di ketinggian 2500 meter. Sementara puluhan pendaki lainnya memilih tinggal di bawah, di Pondok  Salada. Entah kenapa. Mungkin daya tarik tempat itu membuat mereka malas untuk terus keatas. Tanah nan lapang, sumber air dan pemandangan indah ke arah kawah mati. Itu sudah cukup.

Walau ketika malam ada sekelompok ABG yang baru datang dan membangun tenda tak jauh dari tempat kami dan rasanya ada serombongan babi hutan yang turun minum di kubangan air di sisi barat lapangan ini. Tapi lapangan seluas ini tetap saja terasa sunyi.

(trip to Papandayan +2665, Garut, Jawa Barat ;19-20 Mei 2012 bersama rombongan lenong seperti biasa ;P Saya, my hubby :Joko, Emma, Nyunyun, Tootsie, Dodo, Aang dan Tetu)


oiya ketika turun baru tahu kalau tidak boleh ngecamp di Tegal Alun. :D kalau nggak salah denger sih karena sedang peremajaan pepuunan yang ada disana. ongkos bus jakarta-garut Rp 35,000, angkot hingga Cisurupan Rp 7,000, pick up dari Cisurupan hingga lapangan parkir (pos lapor Papandayan) Rp 10,000/orang (minimal quota 10 org untuk satu pick up); retribusi pendakian (sukarela) logistik bisa ditambah di terminal Garut atau di Cisurupan. Lama pendakian sekitar 3 s.d 5 jam. Tapi kalo ditambah motret-motret sih.. bisa 8 jam seperti kami kemaren.. hehehe...

info tentang gunung papandayan bisa dilihat disini : Papandayan dan disini wisata-gunung-papandayan

Thursday, April 12, 2012

little dira




ini kisah tentang dira, putri pertama dari oki n devi, adik bungsu saya.

(bogor, maret 2012)

Wednesday, April 11, 2012

tjukang taneuh jang poenya arti si djembatan tanah

another pics please follow this :  tjukang taneuh

Bagi saya tujuan tidaklah penting, tapi perjalanannya itu sendiri yang bermakna. Apa enaknya jalan buru-buru lalu setelah tiba di tujuan, buru-buru juga untuk pulang. :p Maaf ya, saya tidak tergabung dalam aliran tektok'ers. Begitu sampai langsung pulang. Buat saya, perjalanan itu haruslah dinikmati. Pelan-pelan seperti mengunyah makanan. 

Lalu apa hubungannya dengan jembatan tanah? Ya.....ini ada kaitannya dengan kepergian saya akhir bulan lalu. Kali kesekian saya membonceng suami yang berangkat bersama teman-teman MiLYS chapter Tangerang. Tugas saya sederhana, merekam kegiatan mereka selama perjalanan. Kali ini Pangandaran tujuannya. 

Yang menarik adalah perjalanan ini juga bersama teman-teman baru. Membonceng motor dari tengah malam hingga terang matahari. Terjebak macet dari Bandung hingga Malangbong. Berhenti di tengah jalan karena kelaparan. Dan memilih-milih tempat dimana kami akan berhenti. Tapi saya tak tertarik mampir ke Pantai Pangandaran. Saya malah penasaran dengan Cukang Taneuh, 31 km dari Pangandaran. Walau penuh sesak dengan wisatawan. Ah.. kami sih enjoy aja. Sekali-sekalilah turun dari motor dan naik perahu. Betul tidak?

(trip 23-25 Maret 2012, oiya.. Cukang Taneuh artinya jembatan tanah. Hal itu dikarenakan di atas lembah dan jurang Green Canyon terdapat jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani di sekitar sana untuk menuju kebun mereka)

yang lain tentang cukang taneh :
wisata ciamis

Wednesday, March 21, 2012

rakutak +1867 bukan gunung biasa



another pics of rakutak


Ternyata saya bukan satu-satunya orang yang tidak familiar dengan nama gunung ini. Rakutak……ra….ku…tak… Ra-ku-tak. Hmm.. nama yang aneh. Dimana? Iya.. di belahan bumi mana gunung ini berada? Lalu saya diperlihatkan sebuah foto.

Aiiiiih.. Cantik sekali. Ada tiga puncak dan gigiran tipis diantaranya. Walau masih dibawah 2000 meter. Tapi dijamin betis pegal-pegal karena jalurnya terus menanjak dan tak pernah ada tempat datar untuk beristirahat. Kalau dilihat di peta, posisinya ada di desa Sukarame, Kecamatan Pacet. Tak jauh dari kota Ciparay yang ada di selatan kota Bandung. 

Nah.. kalau di perhatikan lagi, gunung ini sebelah menyebelah dengan gunung Malabar dan gunung Guntur. Lho? Berarti sudah di perbatasan dengan daerah Garut dong ya? Ya.. tentu. Bahkan gunung Cikuray pun terlihat jelas dari sini. Dalam perjalanan kami dari puncak 2 menuju puncak 3. 

Apa saya ingin kembali lagi kesini? Hmm.. rasanya begitu. Penasaran dengan jalur lain yang menuju danau Ciharus. Tapi belum tahu kapan. *sigh*
 Trip 18-19 Februari 2012 Gunung Rakutak (1867 mdpl)  (with Suwasti, Cecep, Ivana, Tootsie, Nyunyun, Faisal, Kukuh, Tetu dan Kodir) 

guntur, a poem lovely as a tree.


 another pics, please follow this : guntur, a poem lovely as tree

I THINK that I shall never see
A poem lovely as a tree.

A tree whose hungry mouth is prest
Against the sweet earth's flowing breast;

A tree that looks at God all day,
And lifts her leafy arms to pray;

A tree that may in summer wear
A nest of robins in her hair;

Upon whose bosom snow has lain;
Who intimately lives with rain.

Poems are made by fools like me,
But only God can make a tree.

(Trees, Joyce Kilmer. 1886–1918) reposting edition to Guntur, Garut 16-17 2011)


Saturday, January 21, 2012

mpus tiri si kucing tiri




Photobucket

Ketika saya temukan, kucing kecil ini sedang miau-miau di depan rumah orang. Waktu itu saya dalam perjalanan ke rumah tetangga di blok belakang, ada keperluan.  Kalau diperhatikan sih umurnya tak lebih dari 1.5 bulan. Banyak anak-anak disana, tapi tak satupun yang terusik dengan suara meongnya ini. Ihiks!  Duh kasihan. Terengah-engah karena harus bernafas dengan mulutnya. Dia pasti sedang pilek. Badannya panas. Hidungnya berair. Dan kelaparan pula. Tadi pagi rasanya saya dengar ada suara kucing meong-meong di dekat rumah. Tapi begitu keluar, kenapa tak ada suaranya lagi ya?

Maka ketika saya lihat lagi kucing ini. Tanpa pikir dua kali lagi langsung saya gendong dan bawa pulang. Kucing-kucing di rumah sudah selesai makan dan sedang bermain. Untung masih ada satu mangkuk sisa mereka. Dan Untungnya juga si kecil ini mau makan dan diberi obat.

Namun suami saya tak setuju jika saya membawa satu kucing lagi. Kucing di rumah cukup tiga ekor saja. Nggak boleh nambah lagi. Tapi karena sedang sakit, untuk sementara bolehlah tinggal disini. tapi dengan satu syarat, jika dia sudah sembuh, dia harus dilepas kembali. 

oiya ada lagi anugerah yang dia berikan untuk kucing ini. 
"Sudah dikasih nama?"
"Belum"
"kalo gitu namanya Tiri aja"
"Kok?" *belum nyambung*
"iya.. ada kucing kandung.. ada kucing tiri* katanya sambil ngeloyor pergi ke kamar mandi.
"???"
Dari dua hari, lalu menjadi seminggu. Dari seminggu ..kemudian menjadi dua minggu. Kucing kecil ini menjadi pribadi yang ceria dan menyenangkan. Dia menjadi kucing yang sangaaaat sehat, gendut dan tak kenal takut. Rajin mengejar sapu dan pel setiap sore. Mengganggu kakak Koko. Menunggui saya sholat dan ngumpet di balik mukena saya, menarik-narik tali tirai jendela dan tidur terlentang di atas kursi kesayangan.

Lalu, bagaimana dengan kesepakatan kalau sudah sembuh si Tiri harus dibuang? Ah..untung suami saya sudah 'lupa' tuh. si Tiri akhirnya jadi penghuni rumah ini. Walaupun kucing tiri, tapi perlakuannya sama kok seperti kucing-kucing lain di rumah ini. 

Selamat datang mpus Tiri...:) 

si malih sih pasrah saja


selengkapnya : si malih pasrah saja


Kadang jika suami saya pulang kantor dan badan lelah sangat karena macet di jalan. Bukannya mencari saya *huh!* tapi malah mencari si Malih. Dulu Malih masih meronta-ronta tak mau di'siksa'. Tapi sekarang sih sudah pasrah dot kom lah ya. Dibekap sampai puas! Ih....kan bauuuuu!

BTR, 21 Januari 2012 (13.46)

Friday, December 16, 2011

burangrang yang artinya bukit dan rangrang (rangrang=ranting)



Dalam pencarian saya mengenai gunung-gunung yang ada di tatar sunda, pada akhirnya membawa saya ke tempat ini. Ini kisah tentang Dayang Sumbi yang meminta Sangkuriang untuk membendung sungai CITARUM. Membuat sebuah PERAHU dan TALAGA (danau) dalam waktu semalam. 

Sangkuriang menyanggupinya. Maka dibuatlah PERAHU dari sebuah pohon yang tumbuh di arah TIMUR. Lalu tunggul pohon itu berubah menjadi gunung BUKIT TUNGGUL. Dan rantingnya ditumpuk di sebelah BARAT dan menjelma menjadi gunung BURANGRANG. 

Namun ketika bendungan hampir selesai, Dayang Sumbi memohon kepada Hyang Maha Gaib agar maksud Sangkuriang tidak terwujud. Agar fajar segera terbit, Dayang Sumbi menebarkan irisan BOEH RARANG -kain putih hasil tenunannya-.

Sangkuriang pun gusar. Di puncak kemarahannya, bendungan yang berada di SANGHYANG TIKORO dijebolnya, sumbat aliran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur dan menjelma menjadi Gunung MANGLAYANG. Air Talaga Bandung pun menjadi surut kembali. Perahu yang dikerjakan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berubah wujud menjadi GUNUNG TANGKUBANPARAHU. 

Sangkuriang pun mengejar Dayang Sumbi yang mendadak menghilang di GUNUNG PUTRI dan berubah menjadi setangkai BUNGA JAKSI. Adapun Sangkuriang setelah sampai di sebuah tempat yang disebut dengan UJUNGBERUNG akhirnya menghilang ke alam gaib (NGAHIYANG).

Apakah kisahnya berakhir begitu saja? Tentu tidak lah ya. ;) Ini baru Burangrang. Masih banyak lagi yang (sungguh mati saya penasaran) ingin saya datangi. Bersama teman-teman tentunya.

(Trip to Burangrang +2064; 10-11 Desember 2011 bareng Dwinovianto Arya Saloka, Emma Kusumaningsih, Kentat Wong, Rossy Prasetyo dan  Restu Sumanjaya. Kapan-kapan trekking bareng lagi yaaa…oiya
(kisah diatas dikutip dari : www.sundanet.com; begitu tiba di rumah, Sondang ‘yang protes bakar diri di depan istana’ tak tertolong lagi :( tapi Nunun Darajatun tertangkap KPK)

Wednesday, November 30, 2011

akhirnya joni resmi pindah


Sabtu lalu saya dihubungi Bu Panji. Bu Panji ini tetangga kami. Dulu, ketika kami masih tinggal di komplek yang lama. Dia bilang Joni sakit. Aduh..  Jantung saya langsung berdebar keras. Tanpa pikir panjang, sedetik kemudian saya sudah ada di dalam mobil, membawa kandang orange dan dry food kegemaran Joni. Siapa tahu, Joni mau saya ajak pulang.
Begitu tiba disana, Joni sedang tidur diatas keset di teras depan rumah Bu Panji.  dan ketika melihat saya, ia mengeong manja (bukan Bu Panji lho yaaa yang mengeong… tapi Joniiiiii ) dan berdiri menyambut kedatangan saya. Wajahnya menyiratkan rasa rindu yang mendalam 
Ah .. Joni….
Saya peluk Joni. Lalu saya periksa keadaannya. Saya perhatikan kedua matanya. Matanya masih bening bersinar. Lalu saya periksa bulunya. Ah… bulunya mengkilat dan halus tanda ia masih rajin mandi kucing. Saya gendong sebentar, waaah Joni.. kamu harus diet nih. Badan Joni berat dan ototnya masih kekar seperti dulu.  
“Sakit apa kamu mpuuuuus?”
“Meooooooonggg” jawab Joni manja.
Tak lama kemudian Bu Panji dan Reta -Reta ini putri bungsu Bu Panji, yang sekarang duduk di kelas tiga SD- datang menyusul dan duduk di teras menemani kami.

“Seharian ini Joni nggak mau makan” lapor Bu Panji dan Reta berganti-ganti. “Kerjanya hanya tiduuuuuuur saja” Padahal segala cara telah dilakukan. Rupa-rupa makanan juga sudah di tawarkan. Tapi Joni tetap mogok makan. Tapi begitu saya suapi dry food, Joni makan dengan lahap sekali.
Ahaha.. kami semua tertawa geli. Ini ulah Joni ‘memanggil’ saya jika kangen. Saya tidak heran. Joni memang kucing yang cerdas.
Aaah…sudah setengah tahun berlalu sejak kepindahan kami ke rumah yang baru. Dan dalam waktu setengah tahun ini pula, sudah puluhan kali Joni pulang ke rumah kami yang lama. Dan setiap kali saya jemput, tak pernah bertahan lama. Biasanya dua atau tiga hari kemudian Joni menghilang. Tahu-tahu saya di telpon bu Panji atau kakek di sebelah rumah kami yang lama.
 Joni ada disana.  
 Setelah saya pikir-pikir lagi, bukan rumah lama kami yang Joni datangi. Tapi untuk lingkungan itu ia kembali. Komplek perumahan yang mungil namun ramai dengan hiruk-pikuk penghuninya. Saya tahu temannya banyak. Tidak hanya yang berwujud kucing, teman manusianya juga banyak.
Satpam komplek, tukang sampah dan tukang sayur yang lewat saja, kenal dengan Joni.  Bapak-bapak yang sedang mencuci motor, anak-anak ABG yang sedang main bulutangkis, juga nenek yang ada di blok belakang, semuanya ngefans berat lho dengan Joni. Malah si nenek pernah datang ke rumah, minta restu untuk turut mengasuh Joni. Hahaha… si Joni yang jarang di rumah dan pulang hanya untuk makan.
Namanya juga kucing gaooool!!! 
Lalu bagaimana Joni bisa survive selama ini?
Tikus. Ya, tikus-lah jawabannya. Dulu ada juga kebiasaan baru Joni. Mungkin karena bosan dengan menu sehari-hari, Joni mulai rajin menangkap tikus. Sudah tak terhitung berapa kali Joni datang membawa persembahan.  Setelah puas di lempar kesana-kemari. Lalu tikus itu dimakannya. Hanya kepalanya saja yang disisakan untuk saya. Ih.. apa coba maksudnya?  Walau horor dan jijay melihatnya tapi sekarang saya bersyukur karena Joni bisa bertahan hidup dengan cara seperti itu.
Lalu kemudian saya tahu kalau ternyata banyak juga yang rutin memberinya makan. Termasuk nenek dan anak ABG itu. Namun sifat pengelana Joni tetap tak berubah. Bulan lalu tinggal di rumah kakek sebelah rumah. Bulan ini dia tinggal di rumah Bu Panji, tetangga depan kami.
Malam itu, saya minta ijin membawa Joni pulang ke rumah.
“Ah.. ya nggak apa-apa toh Bu. Itu kan kucingnya bu Joko” sahut tetangga saya.
Saya jadi sungkan, tidak enak hati karena telah merepotkan. Walau katanya pula, ketiga anaknya telah jatuh cinta setengah mati pada Joni. Tapi Joni bukan milik mereka.

Saya pandangi Joni. Mata kami beradu pandang. Joni menjawab dengan caranya yang khas. Meong-meong tentunya. Ah… sebenarnya kami berdua (ini maksudnya saya dan Joni lho ya) tahu jawabannya. Saya tahu ini keputusan terberat dalam hidup saya. Mungkin dalam hidup Joni juga.
Malam itu Joni saya serahkan kepada mereka. Untuk mereka rawat dan pelihara.
Bu Panji menyahut setengah tak percaya  “Saya sih terserah bu Joko saja. Kalau Joni diserahkan kesini, ya saya terima”  
Saya tersenyum namun terasa perih di dalam hati. “Kalau saya, sebenarnya terserah Joni. Mana yang Joni suka. Saya ikuti. Kalau Joni lebih suka tinggal disini. Ya .. sudah. Itu pilihan Joni.”

Walau rasanya beraaaaaaat sekali.
Dan mata saya mulai berkaca-kaca.

BTR 30 November 2011; 09.28 pagi. Semua kucing tidur dan menempati pos-nya masing-masing. Hari yang cerah, sambil menunggu cucian kering.

(malam itu Joni saya ajak pulang ke rumah. Joni berlari dan  masuk ke dalam mobi dengan riang gembira. Tidak masuk ke kandang orange-nya, tapi  duduk manis sambil mandi kucing di kursi penumpang di samping saya. Lalu dua hari kemudian Joni menghilang. Joni nggak bilang sih. Tapi saya tahu, dia kembali lagi ke sana)

Friday, November 25, 2011

si uta dari goa hantu



Namanya Uta, lengkapnya Uta Manis. Kucing betina umur 7 bulan milik mbak Yasmien Ruruh. Saya kenal mereka berdua, beberapa minggu lalu. Kami sama-sama ikut grup pecinta kucing di facebook. Walau ngobrolnya melalui dunia maya tapi rasanya saya kenal dekat dengan mereka. 

Kisah ini berawal dari foto postingan mbak Yasmien. Yang bilang :
“Kucing buta, siapa takut”
“itu kaki keponakanku” kata mbak Yas. Rupanya si Uta habis kejar-kejaran di dalam rumah.
“Dan nggak pake nabrak lho. “ sambungnya pula. 

Yang memberi jempol banyak sekali. Yang merespon pun begitu. Apalagi melihat foto Uta yang sedang nyangkut di kaki kiri seseorang.

Lalu karena penasaran saya pm mbak Yas. Saya ingin tahu kesehariannya Uta. Dia bilang, Uta itu kucing yang bahagia. Dia mendapat Uta dari vet di klinik hewan.  Ia dihibahkan dari dokter klinik kenalannya. 
Ketika usianya empat bulan, Uta terserang clamedia. Ini penyakit yang menyerang mata. Sayang, Uta terlambat dibawa ke vet. Kedua bola matanya terpaksa diangkat. Namum hingga dua bulan Uta mendekam di kandang dalam klinik , Uta tak pernah dijemput pemiliknya. Dia enggan memelihara Uta lagi karena Uta buta.

Uta ditelantarkan oleh pemiliknya yang dulu. Padahal, kalau ditelusuri, penyakit ini timbul karena pemiliknya kurang menjaga kebersihan dan Uta tidak dirawat dengan baik.

Nah, begitu Uta tiba di rumah. Uta langsung dilepaskan dari kandangnya. 


Tiga hari pertama dilakukan untuk melatih kemampuan Uta berorientasi. Dengan panduan suara kertas hvs yang diremas-remas mbak Yas, Uta mengikutinya ke kamar mandi. Itu tempat untuk puppy.
Uta memang kucing cerdas. Dia pun mampu mengikuti mbak Yasmien menuju tempat makan dan minumnya. Dan terakhir, dengan mengalungkan tali kekang pada Uta, mbak Yas juga mengajarkan Uta untuk jalan-jalan dan berlari-lari. Tidak hanya  di dalam rumah tapi juga di luar rumah.
Wah.. wah… luar biasa!
Dan dalam waktu dua minggu, Uta sudah dapat mandiri. Ia sudah bisa puppy di kamar mandi dengan rapi. Berjalan tanpa pernah menabrak sedikit pun dan mampu ke tempat makannya dan makan sepuasnya. Uta menjadi pribadi yang bahagia, cerdas dan mau berteman dengan siapa saja.  (ada ya kucing seperti itu? Hehehe) Hanya ada satu kelemahan Uta. Yaitu kalau dia sedang pilek. “iya.. jadinya harus disuapin tuh ...!”





Tapi tidak juga. Pernah waktu itu Uta sedang lapar berat, tapi dia bisa langsung ke tempat makanannya. Rupanya dia mendengar suara saudara-saudaranya yang sedang makan.
Orang yang tidak kenal Uta, pasti tak kan menyangka kalau Uta itu buta. Walau dengan nada sebal mbak Yas menambahkan
“ Kasihan Uta. Dulu waktu dia sehat dan cantik, disayang-sayang (pemilik sebelumnya) tapi begitu sakit dan buta, ditelantarkan”
“Eh.. tapi kalau tidak begitu.. (Uta) ya tidak akan pernah bertemu denganku ya?” lanjut mbak Yas lagi “Ada hikmahnya juga”
Iya betul, mbak Yasmien. Salam buat Uta ya. Semoga sehat selalu dan tetap ceria!!!

kucing, buah-buahan dan tintin



Sejak kapan saya suka kucing? Saya tak ingat persis. Tapi menurut ibu saya sih, sejak kecil saya sudah menenteng seekor kucing. Apa iya? Walau setengah tak percaya, tapi rasanya foto tua ini cukuplah menjadi bukti. Itu saya dan adik perempuan saya. Saya empat tahun. Adik saya dua tahun dibawah saya.

Pengaruh siapa? Sepertinya datang dari ayah saya. Ibu saya jelas-jelas tidak suka binatang. Seingat saya, sejak kami kecil dulu, selalu ada satu atau dua hewan peliharaan di rumah mungil kami. Tidak hanya kucing. Kadang-kadang anjing, angsa, landak, ayam, ikan, burung, dan pernah seekor kambing. :p

Kebiasaan ayah yang satu ini seiring pula dengan kebiasaannya membeli segala jenis buah. Mangga, rambutan atau jambu. Ya, tergantung musim sih. Maka dari itu jangan heran kalau saya ini pemakan segala buah.

Saya ingat, kalau pulang dari suatu tempat, ia pasti membawa oleh-oleh. Bahkan hingga kini pun, jika saya sedang pulang ke rumah, ayah tak pernah segan untuk mengupas mangga dan menyuruh saya menghabiskannya.





Kebiasaan membawa oleh-oleh ini juga ada kaitannya dengan buku. Saya cinta akan buku juga tak lepas dari pengaruhnya. Walau gajinya pas-pasan. Saya boleh kok beli komik yang saya suka. Sementara ibu akan mengomel karena menurutnya membeli buku sama dengan pemborosan.

Kami juga sempat tergila-gila dengan komik Tintin. Ya, kami bertiga : ayah, saya dan adik saya. Pernah sekali waktu, ayah marah besar. Karena kami bertengkar berebut Tintin. Tidak mau mengalah dan membacanya bersama-sama. Masing-masing dari kami ingin menjadi orang yang pertama membacanya.

Bukunya dirobek dan di buang ke tempat sampah. Ah.. ayah saya kesal. Ia lelah baru pulang kantor. Oleh-oleh yang dibawanya malah jadi bahan pertengkaran kami berdua.

Oh.. maafkan kami…ya...


Edisi mengenang masa lalu, BTR 25 November 2011, 17.10 lagi nonton queen of reversal dan diganggu mpus Tiri yang lagi menarik kabel computer.

Preman Pippy

Diantara hiruk-pikuk suami saya yang bangun kesiangan, status kucing-kucing di rumah ini selalu sama. (yaitu) Siap dipanggil untuk makan pagi. Padahal what to do saya setiap pagi cukup banyak. Seperti : 

mencuci piring bekas semalam, membuka semua pintu dan jendela, mematikan lampu teras, membuka kunci pintu pagar, merapikan tempat tidur, menyapu lantai lalu menyiapkan kaos kaki, dompet dan HP untuk suami. Dan puncaknya tentu menyiapkan sarapan pagi. Tentu sarapan untuk suami tercinta.

Nah, jika ia sudah rapi jali, saya akan duduk disampingnya dan menemaninya sarapan. Namun seringkali saya –yang merasa dirinya super women ini - selalu merasa bisa untuk melakukan banyak hal dalam satu waktu. Termasuk menyiapkan sarapan untuk keempat kucing ini. Padahal suami saya lebih suka jika saya memberi makan setelah ia berangkat ke kantor.

 Bukannya apa-apa, tapi dia tak ingin konsentrasi saya terpecah. Padahal, saya tahu, dia cemburu karena perhatian saya tak hanya untuk dirinya seorang.  tapi kan .. cinta saya hanyalah untuknya seorang. *rayuan pulau kelapa mode on*

Walau sering diprotes, tetap saja saya lakukan. Alasan saya hanya satu, saya tak ingin sarapan kami yang romantis ini terganggu hanya karena tatapan sendu dari keempat ekor kucing yang rapi berbaris di dekat kami.

Lalu suami saya mendengus tanda sebal.

Tapi hari ini, karena saya pun bangun kesiangan, saya tak sempat menyiapkan makanan untuk si meong. Saya masih berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi kami. Namun mereka tak pernah patah semangat. Selalu setia menanti panggilan merdu yang menyuruhnya untuk sarapan.

Semua ada di dapur. Pippy ada di dekat karung beras, tidur-tidur ayam karena mengantuk. si Malih tergopoh-gopoh datang karena baru selesai main di taman depan. Si Tiri –ini si kucing kecil, warga baru penghuni rumah ini- membunuh waktu dengan mandi kucing di dekat lemari. Tapi Koko mengeong dan mengemis tanda tak sabar. Mengikuti saya kemanapun saya pergi. Padahal saya sibuk luar biasa.

Lalu tiba-tiba terdengar suara mendesis tanda  marah. Dan disambung dengan rintihan kecil menyayat hati. memilukan sekali. Saya langsung menoleh dan……

“Pippppppyyyyyyyy!!!!!!” jerit saya gemas.

Demi melihat Pippy yang baru saja menampol si kecil Tiri. Tiri tak berani untuk lari. Matanya setengah terpejam. Wajahnya pucat pasi. Tubuhnya terpaku di lantai, terlentang dengan keempat kaki menghadap ke atas.

Dan saya hampiri Pippy.

Saya sentil telinganya.

BTR, 25 November 2011 (hari yang mendung dan berangin)

 
;