Thursday, January 31, 2013
kembang ilalang di oro ombo
Tuesday, January 22, 2013
ada muaro jambi di tepian batang hari
Thursday, January 10, 2013
seribu candi jonggrang
ketika tiba di tempat ini selalu ketika matahari akan tenggelam. Lalu buru-buru, mendung, tak sempat motret dan terlalu banyak orang. Tapi selalu saja tempat ini memanggil-manggil untuk datang dan datang lagi. Someday.. saya pasti kesini lagi.
selengkapnya : seribu candi jonggrang
once upon a time at Ranu Kumbolo
Kali ini tak ingin ke puncak mahameru, hanya ingin kemping di ranu kumbolo dan bermain-main di sekitar oro ombo. Tahun ini danau ramai sekali. Mungkin karena libur panjang dan banyak yang ingin merayakan tahun barunya di gunung.
another pics : ada disini nih..
Tuesday, December 04, 2012
Monday, November 26, 2012
So long my Multiply
Namun beberapa waktu lalu diumumkan kalau tempat ini akan dihapus dari peredaran.
Ranau dari ‘Hara’ dan ‘Reranau’
Tuesday, September 11, 2012
pagi itu, di danau gunung tujuh
| danau gunung tujuh |
Sunday, June 03, 2012
papandayan si hutan gunung
Pantas saja kenapa sore itu Tegal Alun terasa lengang. Hanya ada kami dan pucuk-pucuk edelweis yang bergerak perlahan karena disapa kabut.
Thursday, April 12, 2012
little dira
Wednesday, April 11, 2012
tjukang taneuh jang poenya arti si djembatan tanah
Wednesday, March 21, 2012
rakutak +1867 bukan gunung biasa
another pics of rakutak
guntur, a poem lovely as a tree.
another pics, please follow this : guntur, a poem lovely as tree
I THINK that I shall never see
A poem lovely as a tree.
A tree whose hungry mouth is prest
Against the sweet earth's flowing breast;
A tree that looks at God all day,
And lifts her leafy arms to pray;
A tree that may in summer wear
A nest of robins in her hair;
Upon whose bosom snow has lain;
Who intimately lives with rain.
Poems are made by fools like me,
But only God can make a tree.
(Trees, Joyce Kilmer. 1886–1918) reposting edition to Guntur, Garut 16-17 2011)
Saturday, January 21, 2012
mpus tiri si kucing tiri
si malih sih pasrah saja
Kadang jika suami saya pulang kantor dan badan lelah sangat karena macet di jalan. Bukannya mencari saya *huh!* tapi malah mencari si Malih. Dulu Malih masih meronta-ronta tak mau di'siksa'. Tapi sekarang sih sudah pasrah dot kom lah ya. Dibekap sampai puas! Ih....kan bauuuuu!
Friday, December 16, 2011
burangrang yang artinya bukit dan rangrang (rangrang=ranting)
Wednesday, November 30, 2011
akhirnya joni resmi pindah
Friday, November 25, 2011
si uta dari goa hantu
kucing, buah-buahan dan tintin

Sejak kapan saya suka kucing? Saya tak ingat persis. Tapi menurut ibu saya sih, sejak kecil saya sudah menenteng seekor kucing. Apa iya? Walau setengah tak percaya, tapi rasanya foto tua ini cukuplah menjadi bukti. Itu saya dan adik perempuan saya. Saya empat tahun. Adik saya dua tahun dibawah saya.
Pengaruh siapa? Sepertinya datang dari ayah saya. Ibu saya jelas-jelas tidak suka binatang. Seingat saya, sejak kami kecil dulu, selalu ada satu atau dua hewan peliharaan di rumah mungil kami. Tidak hanya kucing. Kadang-kadang anjing, angsa, landak, ayam, ikan, burung, dan pernah seekor kambing. :p
Kebiasaan ayah yang satu ini seiring pula dengan kebiasaannya membeli segala jenis buah. Mangga, rambutan atau jambu. Ya, tergantung musim sih. Maka dari itu jangan heran kalau saya ini pemakan segala buah.
Saya ingat, kalau pulang dari suatu tempat, ia pasti membawa oleh-oleh. Bahkan hingga kini pun, jika saya sedang pulang ke rumah, ayah tak pernah segan untuk mengupas mangga dan menyuruh saya menghabiskannya.
Kebiasaan membawa oleh-oleh ini juga ada kaitannya dengan buku. Saya cinta akan buku juga tak lepas dari pengaruhnya. Walau gajinya pas-pasan. Saya boleh kok beli komik yang saya suka. Sementara ibu akan mengomel karena menurutnya membeli buku sama dengan pemborosan.
Preman Pippy
Diantara hiruk-pikuk suami saya yang bangun kesiangan, status kucing-kucing di rumah ini selalu sama. (yaitu) Siap dipanggil untuk makan pagi. Padahal what to do saya setiap pagi cukup banyak. Seperti :
mencuci piring bekas semalam, membuka semua pintu dan jendela, mematikan lampu teras, membuka kunci pintu pagar, merapikan tempat tidur, menyapu lantai lalu menyiapkan kaos kaki, dompet dan HP untuk suami. Dan puncaknya tentu menyiapkan sarapan pagi. Tentu sarapan untuk suami tercinta.
Nah, jika ia sudah rapi jali, saya akan duduk disampingnya dan menemaninya sarapan. Namun seringkali saya –yang merasa dirinya super women ini - selalu merasa bisa untuk melakukan banyak hal dalam satu waktu. Termasuk menyiapkan sarapan untuk keempat kucing ini. Padahal suami saya lebih suka jika saya memberi makan setelah ia berangkat ke kantor.
Bukannya apa-apa, tapi dia tak ingin konsentrasi saya terpecah. Padahal, saya tahu, dia cemburu karena perhatian saya tak hanya untuk dirinya seorang. tapi kan .. cinta saya hanyalah untuknya seorang. *rayuan pulau kelapa mode on*
Walau sering diprotes, tetap saja saya lakukan. Alasan saya hanya satu, saya tak ingin sarapan kami yang romantis ini terganggu hanya karena tatapan sendu dari keempat ekor kucing yang rapi berbaris di dekat kami.
Lalu suami saya mendengus tanda sebal.
Tapi hari ini, karena saya pun bangun kesiangan, saya tak sempat menyiapkan makanan untuk si meong. Saya masih berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi kami. Namun mereka tak pernah patah semangat. Selalu setia menanti panggilan merdu yang menyuruhnya untuk sarapan.
Semua ada di dapur. Pippy ada di dekat karung beras, tidur-tidur ayam karena mengantuk. si Malih tergopoh-gopoh datang karena baru selesai main di taman depan. Si Tiri –ini si kucing kecil, warga baru penghuni rumah ini- membunuh waktu dengan mandi kucing di dekat lemari. Tapi Koko mengeong dan mengemis tanda tak sabar. Mengikuti saya kemanapun saya pergi. Padahal saya sibuk luar biasa.
Lalu tiba-tiba terdengar suara mendesis tanda marah. Dan disambung dengan rintihan kecil menyayat hati. memilukan sekali. Saya langsung menoleh dan……
“Pippppppyyyyyyyy!!!!!!” jerit saya gemas.
Demi melihat Pippy yang baru saja menampol si kecil Tiri. Tiri tak berani untuk lari. Matanya setengah terpejam. Wajahnya pucat pasi. Tubuhnya terpaku di lantai, terlentang dengan keempat kaki menghadap ke atas.
Dan saya hampiri Pippy.
Saya sentil telinganya.
BTR, 25 November 2011 (hari yang mendung dan berangin)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact