Showing posts with label koko. Show all posts
Showing posts with label koko. Show all posts

Wednesday, February 10, 2010

KOKO hilang (lagi)

Koko hilang (lagi). Kalau dihitung sejak ia kecil dulu. Ini kali ketiga dia hilang dari rumah. Padahal minggu malam lalu dia masih berlari-lari kecil sambil nyengir gembira (ini menurut saya lho) menyambut kami -saya dan suami- pulang. Waktu itu memang agak larut kami  pulang. Seharian pergi keluar rumah, yang kami inginkan  hanyalah segera mandi dan rebah di kasur! Uh.. lelah sekali.

Maka, sementara saya memberi makan kelima ekor kucing kami. Suami saya mengeluarkan barang-barang dari mobil.

Tapi, esoknya Koko melewatkan sarapannya.

“Mana si Koko?"
 “Ah.. paling lagi asyik main dan lupa pulang” kata suami saya.

Ini diluar kebiasaan Koko batin saya khawatir. Hingga siang berlalu dan kemudian malam, Koko belum juga pulang. Wah, pasti Koko main terlalu jauh nih. Kalau hanya di komplek ini, saya yakin dia bisa pulang. Dia hapal kok jalan pulang. Malam itu hati saya tak tenang, kemana ya? Ini sudah lebih dari 24 jam. Sudah bisa dilaporkan ke polisi. 

Hingga keesokan paginya, ketika semua kucing dan kami selesai sarapan.

“Koko kemana ya?” tanya saya sendu.
“Nanti malem kita cari ya” bujuk suami saya sambil mendorong motornya keluar rumah dan bersiap untuk berangkat kerja.

Saya sedih deh. Kasihan Koko, dia pasti kelaparan. Saya mencoba mengingat-ngingat terakhir kali melihatnya.Lalu wajah saya mendadak tegang.

“Apa dia ikut masuk ke dalam mobil ya?”

dan kami berdua saling berpandangan. Sedetik kemudian saya melompat dan mengambil kunci mobil. Saya lari menuju mobil. Begitu saya buka pintu mobil, ada suara miau-miau lemah namun gembira.

Aduuuh.. itu Koko!!!

Kontan ia melompat ke dalam pelukan saya lalu mengendus-endus wajah saya. dengan nikmatnya. Sepertinya dia ingin mengadu. Tak terkira senangnya saya. Kami pun masuk ke dalam rumah. Setelah itu Koko minum dan makan tanpa henti.  Balas dendam rupanya dia. Dan nggak mau pergi jauh-jauh dari saya. Koko trauma. Koko.. maafkan saya ya.

Moral of the story : kalau kucing kalian hilang, coba periksa mobil deh. Siapa tau si mpus terkunci didalamnya. Apalagi mobil kami itu termasuk tipe mobil sabtu minggu. Yang hanya keluar rumah kalau hari libur tiba  saya nggak bisa bayangkan kalau Koko terkurung selama itu. Padahal hari itu saya bolak-balik keluar rumah untuk menjemur pakaian. Mungkin suaranya sudah serak memanggil saya tapi saya tak mendengarnya. Duh.. rasanya berdosa sekali. Maafkan saya ya Koko.

Gara-gara Koko terkurung di dalam mobil ini saya jadi ingat acara Opray Show di TV beberapa waktu lalu. Saya nggak ingat apa judulnya tapi ini kisah nyata tentang super-MOM. Ibu-ibu super yang harus multitasking dan sempurna. Ya kerja ya ngurus rumah juga. Dia menjadi staf salah satu sekolah tak jauh dari tempat tinggalnya.

Ah..di musim panas itu, tahun ajaran baru saja dimulai. Maka pagi itu dia sibuk membangunkan si sulung, menyiapkan sarapan, menyiapkan ini itu, menyiapkan si bungsu yang akan dititipkan di tempat penitipan balita, berbagi tugas dengan suaminya yang akan berangkat kerja dan segera berangkat ke sekolah tempatnya kerja.

Ini hari pertama. Hari itu berjalan seperti biasa. Dia amat bersemangat di sekolahnya. Membagikan donat dan kopi yang sempat ia beli sebelum tiba di sekolah. Menyapa semua rekan kerjanya dan sibuk mengerjakan pekerjaan hari itu.

Lalu malapetaka itu terjadi. Ketika salah seorang rekan kerjanya bilang kalau dia melihat anak bungsunya ada di dalam mobil.  Maka berlarilah ia ke halaman parkir.

Sambil menangis ia membuka pintu belakang mobil. Anak bungsunya sudah tewas. Dehidrasi. Hari itu panas sekali.Dia lupa, kalau hari itu tugasnya membawa anak bungsu ke tempat penitipan. Terlalu banyak yang dia pikirkan dan kerjakan. Dia kira ia sempat mengantar si bungsu sebelum berangkat ke kantor. Tapi dia lupa.

Saya nggak ingat juga gimana endingnya. Apa dia masuk penjara karena lalai. Atau pengadilan disana justru membebaskannya karena alasan supermom itu. Suaminya memaafkannya. Dia tahu betul istrinya. Istrinya itu adalah tipe ibu yang amat mengasihi anak-anak mereka.

Tapi yang saya ingat adalah matanya. Iya. Matanya memancarkan rasa penyesalan yang mendalam. dan saya yakin akan terus begitu selama sisa hidupnya. Ini hanya satu kisah.


BTR, 9 Februari 2010*walau setelah itu saya harus kerja bakti membersihkan mobil. Maklumlah, 36 jam terkurung di dalam mobil. Koko ya sudah pasti pup n pis di dalam mobil. Nggak apa-apa kok Koko. Saya nggak marah kok.Seharusnya saya periksa dan periksa lagi ketika akan mengunci pintu mobil. Saya janji, nggak akan terulang lagi!

Wednesday, February 25, 2009

mpus 'cupu'

masih inget KOKO kan? Nah, bulan ini kucing jantan yang super manja ini umurnya genap satu tahun lho.

Masih hobi miau-miau sambil menggigit lembut tumit kaki saya jika ada yang ingin ia sampaikan. contoh :
  1. saya pengen digendong
  2. saya lapar mau makan
  3. saya pamit mau maen ke halaman belakang
  4. saya mau curhat

Hmmm yang terakhir ini agak sulit. Soalnya kalau saya tanya dengan bahasa manusia, jawabannya sudah tentu hanya meow-meow manja.

Bicara soal cari perhatian. Ada satu lagi kebiasaannya yang kalau diperhatikan, lucu juga sih.

Begini ceritanya.

tiap pagi biasanya saya membuka pintu pagar dan mengantar suami yang akan pergi ke kantor. rupanya, para asisten kecil saya ini turut berhamburan keluar rumah. Ceritanya sih, nganter with styleeeee......

Ada yang sibuk mandi kucing, ada yang sedang maen petak umpet, ada yang melompat ingin menangkap belalang dan -ini yang paling spesial- ada yang sedang makan rumput. hahaha...

Nah, kalau si KOKO, pasti lagi nongkrong di tembok pagar dan  jalan mondar-mandir diatasnya.

Dan begitu saya menutup pintu pagar, Hap! Kaki depannya pasti mencolek-colek rambut saya.

hwaduuuuuh!!! dasar mpus iseng!

lalu, kenapa namanya jadi mpus Cupu? nah, itu ada kisahnya lagi.

Begini. Di komplek kami, ada kucing garong yang badannya super kekar, bermata garang, dan berbulu belang hitam putih. Sebenarnya yang diincarnya di rumah ini hanya mpus Kiki seorang.. eh.. seekor ding. Kiki memang kucing cewek yang manis.

Entah kenapa, hari itu mood-nya lagi nggak bagus. Mau ngapelin Kiki, kok malah Koko yang nongol.


Kontan Koko dikejar dan ditampolnya.

Koko yang malang. Dia menciut ketakutan dan lari ke dalam rumah meminta pertolongan. dan siapa lagi yang dicari kalau bukan saya. Yang maju.membawa sapu dan meng-hus-hus kucing garong itu.

Ah.. dasar..

Kucing cowok kok cupu sekali sih, mpus!

serpong, 25 februari 2009, 13.05 wib (foto diatas adalah foto KIKI dan KOKO, Kiki yang berhidung pink, sedang Koko yang berhidung hitam..tam..tammm)
 
;