Monday, November 24, 2014

Met jalan, Ndy :'(

Well my bro, terakhir kita ketemu hampir setengah tahun yang lalu ya. Sudah lama sih. Apalagi sejak kalian berdua *kamu dan suami saya* sudah tak aktif lagi di 'dunia persilatan' dan sejak kami memutuskan untuk pindah rumah ke Bekasi daaan... oiya sejak serangan stroke mu yang pertama sehingga kamu harus menjual motormu dan tak lagi touring kesana kemari.
Kita benar-benar jarang ketemu ya Ndy. Tapi kadang saya masih dengar sepotong dua potong kabar tentang kamu. Ketika suami saya pulang kantor atau ketika kami ngobrol berdua di ruang tamu.
Iya, pertemanan kita juga nggak sengaja. Ini gara-gara my hubby yang gaol itu bersahabat erat denganmu. Kamu juga yang pertama kali memanggil saya "hany" *padahal kamu tahu itu, itu panggilan sayang suami khusus untuk saya.  Dan sejak hari itu, serentak seluruh bro turut memanggil saya, hany, ibu hany, sis hany :p
Kadang saya iri dengan kamu, Ndy. Kalian berdua begitu dekat. Begitu spesial. Sepertinya tak ada rahasia lagi.  Seolah langsung ada chemistry-nya, sedetik setelah pertemuan pertama.  Apa karena kalian sama-sama aquarius? Apa karena umur kalian yang hampir sama? Entahlah.
Kadang juga, kamu juga yang jadi tumpahan omelan saya, ketika saya merasa belahan jiwa saya terlalu sibuk dengan kegiatan kalian. Maaf ya, ndy.
Maka ketika pagi ini saya lihat fotomu dengan selang disana sini, dengan masker oksigen di wajah. Saya benar-benar nggak percaya. Bagi saya, kamu adalah manusia super. Kamu nggak mungkin pergi. Ini hanya serangan yang kesekian. Sama seperti yang sebelumnya. Kamu pasti bisa melewatinya.
Tapi rupanya Tuhan sudah punya rencana ya. Dan saya yakin rencana-Nya manis sekali.
Saya nggak bisa nganter ya, Ndy. Suatu hari saya janji akan mampir ke tempatmu. Barusan saya kirim doa.  Dan saya titipkan setiap huruf dan kata, ucapan dan air mata melalui suami saya tercinta. Saya tahu, dia jauh lebih terpukul dibanding saya.
Asal kamu tahu, pagi tadi sebelum berangkat ke kantor, matanya sembab menahan air mata. Dan pikirannya gelisah dan ingin terbang langsung mendekati jasadmu berada.
Maka saya relakan suami saya untuk tak pulang ke rumah malam ini. Supaya dia bisa mengurusmu dan mengantarmu pulang. Ke tempat peristirahatan terakhirmu.

Selamat jalan ya my bro. Hati-hati.
Dan Wida... be brave ya... saya percaya kamu bisa melewatinya.


Buat teman-teman yang lain, jaga kesehatan ya dan selalu bersyukur masih diberi umur panjang. Maka jangan tunda sampai besok. Jangan tinggalkan sholat lima waktu dan mulai rajin baca Al Quran. 


*btr 24-11-2014 : 12.07 wib, ketika tak ada air ketika akan mencuci dan mpus jack yang tadi pagi hilang dan belum sempat sarapan. Tapi siang ini kedua masalah tadi sudah selesai kok. Air sudah mengalir dan mpus jack sudah pulang.

Monday, February 24, 2014

Hal yang paling menakutkan dalam hidup saya

Lalu saya menepuk kaki suami saya. Satu tepukan berubah menjadi guncangan berkali-kali. Saat itu pukul setengah empah subuh. TV masih menyala *saya tak ingat lagi apa acaranya* sudah dua jam saya bangun dan tak bisa tidur lagi. Batuk terus menerus dan dahak yang tak ada habisnya. Saya ada di ujung kasur, masker nebule masih terpasang di wajah. Saya panik.

"Ada apa?" Tanyanya kaget, setengah sadar karena nyawanya belum ngumpul.

Terbata-bata saya mengucap, "Nggak bisa nafas!"

"Ke rumah sakit ya?"

Saya cuma mengangguk. Tak sanggup lagi berbicara. Suami saya bangkit dan bersiap. 

Dan kini serangannya bertambah. Saya sama sekali tak bisa bernapas.

Saya panik.

Masker nebule saya tarik dan lepas begitu saja. Suara mesinnya masih meraung tanpa sempat saya cabut aliran listriknya.

Seingat saya, saat itu saya  merangkak menuju pintu depan. Berusaha membuka pintu. Hanya satu harapan saya. Segera keluar dari rumah. Begitu menghirup udara segar. Lalu sesak saya hilang.

Tapi ternyata tidak. Dan ini membuat panik saya berlipat-lipat.

Kenyataannya saya hanya mampu membuka pintu kayu. Pintu kassa nyamuk masih dengan terkunci rapat. Dan saya bertambah panik. Saya sama sekali tidak bisa nafas. Saya me rasa seperti ikan yang berada di luas akuarium. Mulut saya membuka lebar berusaha menghirup udara sebanyak-banyalnya. Tapi tak bisa. Tak ada oksigen yang masuk ke dalam paru-paru saya.

Suami saya memeluk saya.
"Istigfar, hanyyyy... Istigfaaar"

Tersengal-sengal, sambil memejamkan mata saya mengucap Allah... Allaah.. Dan saat itu saya takut sekali. Jika ini memang sudah waktunya hamba berpulang ya Allah... Hamba belum siap.  Dalam pelukan suami saya, kaki saya lemas, badan saya lemas dan kedua tangan saya pun begitu.

Mata saya terpejam, wajah saya, kepala saya basah oleh keringat dingin. Sambil tetap mengucap asma Allah, saya hanya mampu mengingat ten tang shalat saya yang buruk akhir-akhir ini, kurang beramal, jarang membaca al Quran, jarang mengikuti majelis taklim karena saya sibuk dengan urusan dunia. Ya Allah... Saya belum siap. Saya mau menangis. Tapi tak bisa.

Lalu kejadian setelahnya hanya samar-samar. Seperti potongan slide show. Yang setiap potongan adegannya berjarak 3-4 detik lalu disela dengan efek gelap sementara.

Saya ingat saya disuruh untuk memakai masker nebule sekali lagi. Saya merangkak kembali ke kamar dan memasang masker. Tapi tanpa selang masker *bodohnya*

Saya ingat baju saya diganti dengan t-shirt lengan panjang. Saya tak sempat memakai kerudung. Kostum saya subuh itu hanya kaos dan celana selutut.

Saya hanya memejamkan mata dan duduk di lantai di depan pintu. Hingga suami saya menarik saya dan membimbing saya Untuk duduk di mobil. Saya melihat si juki sudah parkir di depan rumah.

Saya hanya sekilas melihat pintu gerbang komplek dan satpam yang tergopoh-gopoh membuka pagar. Saya hanya sekilas mendengar gumaman suami yang membatalkan rencananya untuk pergi ke klinik 24 jam yang ada di depan komplek. Sedetik saya kecewa, karena tak langsung di bawa kesana. Tapi saya ingin hidup.

Sambil menyetir berkali-kali suami saya mengingatkan saya untuk mengucap istigfar. Berkali-kali pula ia berkata,

"Sabar ya hany, sebentar lagi kita sampai"

Tangan saya mencengkap dashboard dan paha suami saya. Mata saya membuka sebentar lalu kembali terpejam. Sekarang baru saya tahu. Dengan mata terpejam rasanya jauh lebih nyaman. Walau napas masih tersengal-sengal. Saya ingat pesan dokter saya dulu. "Kalau terserang asma, jangan panik dan atur napas" maka saya menarik napas pelan-pelan dan menghembuskannya dengan perlahan.

Yang saya ingat hanya, betapa lama perjalanan kami menuju rumah sakit yang jaraknya hanya berkisar 7 km jauhnya dari rumah kami. Saya ditarik keluar dari mobil. Saya hanya ingat saya di papah menuju pintu UGD yang terkunci *halah* kemudian saya baru tahu bahwa petugas parkir ikut memapah lengan kiri saya.

Dan selanjutnya begitu cepat. Saya duduk di salah satu ranjang UGD,  beberapa perawat di sekitar saya. Dokter memeriksa saya dan lamat-lamat mendengar perintahnya pada suster-suster itu. Srlang oksigen dipasang di hidung saya, masker juga dipasang diwajah saya untuk di uap. Lengan kiri saya langsung ditusuk jarum dan dipasang infus. Dan diinjeksi pula dengan obat. Sementara jempol kan an saya, dijepit semacam klem yang kabelnya langsung tersambung dengan alat untuk memonitor jantung.

Dan perlahan saya mulai bisa bernapas. Saya berusaha menghirup sebanyak mungkin uap obat yang dihembuskan dari masker saya.

Dan mata saya mulai membuka. Saya melihat suami saya pergi men gurus administrasi. Pamit pada saya untuk kembali pulang ke rumah karena lupa membawa dompet. :-)

Saat itu sudah pukul setengah enam subuh. Saya sholat diatas ranjang, dengan selang infus masih di tangan. Saya sudah memasuki sesi kedua. Saya kembali diuap.

Dan sesak di dada berangsur lenyap. Ketika dokter kembali memeriksa saya, dia nyatakan saluran nap as saya sudah clear dan n ormal. Rasa seperti ada sesuatu yang nyangkut *mungkin dahak* sudah tidak saya rasakan lagi.

Tak lama kemudian suami saya datang membawa perlengkapan saya sekedarnya. In case saya harus di opname detik itu juga. Namun dokter bilang saya sudah boleh pulang.

Alhamdulillah... ! Saya nggak mau lagi seperti ini.

Maka, jika ada yang bertanya, peristiwa apa yang paling menakutkan selama hidupmu? Saya hanya pumya satu jawaban.

Ketika asma saya kumat dua hari Lalu. Itu peristiwa yang paling menakutkan. :(

(BTR senin 24-02-2014, seharusnya saya sadar karena sejak seminggu sebelumnya, gejala seperti sesak napas, batuk yang tak pernah berhenti, dahak yang terus diproduksi, lelah sangat, itu yang terus menerus terjadi. Saya kira karena PMS, karena melihat jadwalnya, memang sudah memasuki waktunya.

Ada perubahan dengan dosis obat yang saya gunakan. Nyaris tiap lima menit saya gunakan inhaler ventolin. Juga karena ingin cepat, saya hajar juga dengan nebule uap. Tapi bodohnya saya. Saya tak terlalu menganggap serius. Saya hanya melapor sekilas pada suami saya. Kenapa ya sudah di nebule, masih aja sesak. Seharusnya saya tahu.

biaya saya di UGD pagi itu sebesar dua juga rupiah. Thanks god ada asuransi yang dig anti 100%, saya harus banyak istirahat, tidak oleh terlalu lelah, menghindari dingin, debu dan bulu. Saya diberi obat kapsul racik u tuk 5 hari kedepan. Saya harus libur dulu nih bermain dengan kucing kucing peliharaan saya. Tidak ada lagi kucing yang boleh masuk ke dalam kamar. Saya rela kok yang penting saya sembuh dan nggak Kumat seperti kejadian sahut subuh itu)

Saturday, January 11, 2014

a song for anjani



we're realized that this trip will be windy and filled of heavy rain, however we are very grateful to have a chance to play with grass and trees along with rain and listen the windy song.

(with my hubby and friends, to the summit 3726, january 2014)

Thursday, October 31, 2013

di latimojong ada yang menulis sepucuk surat

Ada yang menulis sepucuk surat.
Tapi aku tak berumah. 
Tak diperlukan alamat
 agar pesan tak salah arah.

 (SDD, pesan) latimojong 11-13 oktober 2013

tryin' for

karangan river
goin' down
strugglin' for

not ready yet





Thursday, August 22, 2013

kunyit dan kursi


Seandainya aku lahir sebagai kursi! 
Lho, tapi kau kan memang kursi 
yang setiap malam aku duduki, 
di samping seekor kucing, nonton televisi. 

 (seandainya, sdd, sutradara itu menghapus dialog kita, buku dua;  malem minggu bareng kunyit, ketika ada waktu untuk 'mengintip' bukunya. cc : dek Astri Kusuma)

Wednesday, May 01, 2013

di cikuray : ketika desau udara melintas cakrawala



Banyak yang bilang, dalam kondisi lelah dan tertekan akan nampak sifat aslinya. Juga ada yang bilang kalau kita berharap terlalu banyak, lalu tak sesuai  dengan keinginan, akan kecewa pada akhirnya. Tapi memang ada yang tak perlu diucapkan terlalu keras. Perlahan saja akan lebih elok rasanya.  (maka saya rasa)  Pengertian akan timbul dengan sendirinya.

 20-21 april 2013, cikuray 2821 mdpl, garut, jawa barat (along with my hubby, nyunyun, mia+macan, triyuli+dian, Ivana+cecep, Dodo+zee, tigor, toots, shiwa)


brief

cecep
@ backstage

a bunch of shoes


BTR  mayday mayday 2013 13.02 *thanks god mpus2 tak demo menuntut UMK (upah minimum kucing) hari ini :p


another pics :  juga ada disini.

Wednesday, March 20, 2013

gunung dan si kecil


tadi siang, saya mengajak beberapa teman untuk pergi ke gunung. Beberapa langsung setuju. Sisanya masih pikir-pikir dulu. Dan yang satu curcol karena diultimatum oleh sang ayah untuk menikah terlebih dahulu :P . 

Tapi ada seorang teman yang langsung berucap. 

“Gue akan bawa anak gue. Mohon bantuan ya”

Sebelum saya iyakan, tentu harus saya uji dulu kelayakannya. Yang saya tahu, anak perempuannya belumlah genap berusia lima tahun.  Fit and proper test lah. Pertanyaan yang paling sederhana adalah :

“Apakah dia sudah pernah naik gunung sebelumnya?”

Dan saya rasa ini adalah pertanyaan saya pula jika ada teman yang belum saya kenal, ingin ikut serta naik gunung. Tentu saja akan saya sambut dengan tangan terbuka. Tapi biasanya saya selidiki terlebih dahulu.

Saya ingat dua tahun lalu, ada seorang teman yang baru pertama kali naik gunung. Sebagai kepala rombongan, tentu tak saya lepaskan sedetikpun dari pengawasan saya. Bahkan beberapa bulan sebelum kami pergi, saya cukup rewel mengingatkannya untuk rajin olahraga.

Nah, kembali ke topik diatas. bolehkah mengajak anak naik gunung? Saya rasa tidak ada masalah jika ingin mengenalkan gunung pada anak-anak. Bahkan pada seorang balita sekalipun. Tak ada ukuran untuk umur berapa dia siap untuk naik gunung. Tapi menurut saya, jawablah dulu pertanyaan dibawah ini sebelum mengajak si kecil naik gunung.

Apakah secara fisik cukup sehat untuk diajak pergi?  Apakah dia mampu? Apakah dia senang? Apakah dia nyaman? Apakah dia cukup sabar untuk melakukan perjalanan yang lama?

Dan saya rasa, pertanyaan yang sama akan saya tanyakan juga pada anda.

Apakah anda senang? Apakah anda nyaman? Apakah secara fisik anda cukup mampu untuk menggendong anak anda jika mereka lelah? Apakah anda cukup sabar menghadapi dan membujuk anak anda jika ia rewel dan bosan? Apa anda juga mampu membawa beban perlengkapan anda dan anak anda sekaligus? (bayangkan jika tak ada porter)

Ingat lho, mendaki gunung itu adalah kegiatan yang memerlukan persiapan fisik yang matang, mental yang kuat, perlengkapan yang cukup dan berat pula untuk dibawa.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Saya rasa yang harus dilakukan adalah mengenalkan kegiatan ini secara bertahap. Tidak langsung naik ke puncak gunung sih. Tapi mungkin trekking ringan di kaki gunung. Kemping ceria di kaki gunung, bersama ibunya atau teman-teman sebaya. Lalu, barulah dinaikkan tingkat kesulitannya. Mungkin naik gunung hingga pos satu lalu turun kembali. Begitu seterusnya.

Saya punya seorang teman yang kebetulan suami istri dan memiliki hobi naik gunung. Mereka bercita-cita untuk mengenalkan kegiatan ini pada putrinya sejak dini. Tentu tak langsung naik gunung apalagi langsung ke puncak gunung. Tapi secara perlahan mengenalkannya pada anak mereka yang masih balita itu. (selengkapnya bisa dilihat disini (http://sereleaungu.blogspot.com/2012/12/mengapa-mendaki-gunung.html)

Dan untuk trip ke gunung dipersiapkan dengan serius. Membawa porter khusus untuk si kecil, membawa pakaian yang super hangat, membawa makanan dan minuman yang sehat untuk si kecil dan masih banyak lagi.



Ah, saya jadi ingat trip kami akhir tahun lalu. Saya baru berkenalan dengan keluarga kecil ini. Ayah, ibu dan anak perempuannya yang masih kelas satu SD. Awalnya saya ragu. Bukannya apa-apa, saya khawatir saja. Untuk ukuran orang dewasa, pergi ke gunung ini cukup ekstrim dan tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

Tapi yang saya khawatirkan tidak terjadi. Rupanya persiapan kedua orang tuanya juga cukup matang. Mulai dari perlengkapan hingga logistik untuk si kecil. Bahkan si ayah cukup sabar untuk menggendong putrinya yang mulai rewel karena mengantuk.

Tapi yang paling menakjubkan adalah ketika si kecil ini berjalan dengan backpacknya yang  berbentuk lebah ,berjalan dengan penuh semangat di depan saya.

Ah.. hilang deh lelah saya. Haha!


BTR 20 Maret 2012; 11;34 (after chit-chat with tigor n special for Siwa family)

Friday, February 01, 2013

the adventure of ji'i


ji'i adalah mobil kesayangan kami. Mobil mungil berwarna merah kelahiran tahun 2006. Medio agustus tahun lalu, kami membawanya ke kaki gunung Kerinci yang letaknya ada di sisi selatan propinsi Jambi. Sekitar dua hari perjalanan santai melalui rute lintas timur palembang-jambi. Nyaris 1384 km jauhnya dari tempat kami tinggal di jakarta. 

Bergantian membawa si Ji'i, berhenti di tempat-tempat menarik, mampir ke rumah teman, mencicipi makanan khas setempat dan berbelanja oleh-oleh. Ah.. kami bertiga nyaris tak terpisahkan.


catatan: 
ji'i itu sahabatnya si Pitung. Sengaja kami beri nama Ji'i untuk menggenapi sahabatnya, si Pitung, motor scopy kesayangan suami saya. Tentu kalian semua tahu lah yaaa... :) Ji'i n Pitung kan superherooo..


(BTR 1 Februari 2013, 14.24, edisi reposting)

ranu yang bernama kumbolo


Lanjutan kisah sebelumnya. Entah mengapa, selalu saja ada danau dan danau di setiap perjalanan kami. Memang perlu sedikit perjuangan sih. Karena kami harus mendaki hingga ketinggian 2400 mdpl. Tapi semua terbayar lunas kok dengan membuka tenda di tepi danau dan pintu tenda tepaaaaat menghadap danau.  :)

woow.. priceless bangeeed !!

(trip 28-4 Januari 2013, bareng my hubby n friends) BTR 13.35 wib sedikit mendung, tapi tak mengapa) 



Thursday, January 31, 2013

kembang ilalang di oro ombo



 Setiap kali lewat tempat ini, saya selalu berjanji. Suatu hari saya akan khusus datang dan bermain-main dengan mereka. Dengan padang,  bukit, ilalang,  hujan,  awan,  bunga rumput, pohon pinus, angin dan burung-burung yang terbang diatasnya. Lalu tanpa disangka kesempatan itu ada. Bergegas membawa kamera dan handycam. Berjalan dari ujung hingga ujung padang. naik bukit lalu turun bukit. menerobos ilalang. Menyentuh batang rumput, menyapa pendaki yang lewat, menghirup harum bunga lavender dan duduk mendengar cericit burung. .. aaah,.. kalian tak kan pernah tahu rasanya. (kecuali.. kalau sudah kesana..hehehe)

-BTR, 31 Januari 2013, 13.41 Wib, ketika nyit-nyit sedang mandi kucing-


Tuesday, January 22, 2013

ada muaro jambi di tepian batang hari


Jika ada yang bertanya dimana letaknya Candi Muara Takus, tentu dengan keyakinan penuh akan saya jawab : di propinsi Jambi. Semantap dan sejelas pelajaran sejarah yang saya terima waktu es de dulu. Tapi itu sebulan yang lalu. Ketika saya dengan bodohnya merencanakan akan pergi kesana seusai trip dari pedalaman Jambi. 

Masih terbayang di benak saya tentang candi ini. Sebuah bangunan persegi yang rapi yang disusun dari susunan batu bata merah. (tentu tak berwarna, karena buku sejarah saya dulu berupa cetakan hitam putih) ;p Dan kenyataan pahit harus saya terima. Muara Takus ada di Riau. Itupun masih 135 km lagi dari ibukota Pekanbaru. 

Lalu pencariannya saya balik. Dari gambar menuju lokasi. Dan ternyata saudara-saudara. Dari gambar yang saya hapal betul bentuknya itu, ternyata adalah candi Muaro jambi. Dan iyahaa! letaknya ada di propinsi Jambi. Ada yang salah dengan buku sejarah? Hmm.. itu soal nanti. The good news is. I found my candi. :)  

Maka, akhirnya disinilah saya. Bersama my partner in crime, Ika dan ditemani teman-teman dari Sendal Jepit, Jambi. Saya diantar berkeliling. Menyusuri situs ini tak cukup waktu sehari. Sebenarnya kalau memungkinkan saya ingin menginap di wisma yang ada di pusat kompleks ini. (walau agak spooky :p) Disini juga ada museum, mesjid, toilet umum dan banyak tempat jajan. Oh iya, jangan lupa menyewa sepeda. Tinggal pilih, sepuluh ribu rupiah saja. SEPUASNYA :p. 

 BTR 22 Januari 2013, 15.53 wib, spin off trip Suku Anak Dalam 9-17 Desember 2012; hujan gede, belum masak, belum menyetrika dan mpus khow-khow nongkrong miau-miau di depan monitor .. oh my....:p
foto-foto selengkapnya ada disini : ada muaro jambi di tepian batang hari

Muaro Jambi terletak pada tanggul alam kuno Sungai Batanghari. Situs ini mempunyai luas 12 km persegi, panjang lebih dari 7 kilometer serta luas sebesar 260 hektar yang membentang searah dengan jalur sungai. Luasnya dua puluh kali lebih besar dari Borobudur dan dua kali lebih luas dari kompleks Angkor Wat di Kamboja, Tak perlu heran jika ternyata Candi Muarojambi disebut sebagai kawasan candi terluas di Asia Tenggara. 

Sampai saat ini telah teridentifikasi kurang lebih 110 bangunan candi yang terdiri atas 39 kelompok candi. Sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum dikupas (diokupasi) dan masih dimiliki oleh penduduk setempat. Namun baru sembilan candi yang telah dipugar : Candi Kotomahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano.

selengkapnya : wikipedia ; candi muaro jambi ; jambi prov

Thursday, January 10, 2013

seribu candi jonggrang



ketika tiba di tempat ini selalu ketika matahari akan tenggelam. Lalu buru-buru, mendung, tak sempat motret dan terlalu banyak orang. Tapi selalu saja tempat ini memanggil-manggil untuk datang dan datang lagi. Someday.. saya pasti kesini lagi. 

(spin off trip ranu kumbolo awal tahun 2013 lalu; BTR 10 Januari 2013; 08.17 windy mornin')

selengkapnya :  seribu candi jonggrang

once upon a time at Ranu Kumbolo



Kali ini tak ingin ke puncak mahameru, hanya ingin kemping di ranu kumbolo dan bermain-main di sekitar oro ombo. Tahun ini danau ramai sekali. Mungkin karena libur panjang dan banyak yang ingin merayakan tahun barunya di gunung. 

Apapun itu... selamat tahun baru ya!

BTR, 9 Januari 2013; 20.04 (ketika mpus bokir maen sendirian)

-total 15 orang termasuk dua anak es de, dengan dua mobil berangkat dari jakarta, dua orang menyusul dengan pesawat, satu datang dari surabaya dan satu lagi merapat dari banyuwangi. Btw, danaunya penuh kayak cendol.


rame bangeeeeeeed.. :(( *nangis di pojokan*-trip 28 des -3 januari 2013

another pics : ada disini nih..

Tuesday, December 04, 2012

Monday, November 26, 2012

So long my Multiply


Beberapa tahun lalu, pernah seorang teman bertanya. Kenapa tak punya fesbuk? Ah.. alasan saya sederhana. Fesbuk terlalu ramai. Ibarat pasar, riuh rendah dengan orang yang lalu lalang. (saat itu) saya masih setia dengan Multiply.

Bagi saya MP seperti rumah yang berpagar dan sepi. Tempat saya merenung dan tempat tujuan ketika pulang.  Tapi ada kalanya juga sih ramai, beberapa teman kadang mampir dan ngobrol. Atau gantian saya yang berkunjung, mengintip dan menitipkan pesan.

Namun beberapa waktu lalu diumumkan kalau tempat ini akan dihapus dari peredaran.


Kecewa memang. Rasanya seperti rumahmu yang cantik (walau sebenarnya statusnya masih ngontrak ;P) yang telah kau cat dengan warna kesayanganmu, yang telah kau isi dengan perabot kesukaanmu dan kau hias dengan lukisan terindah. Akan dirubuhkan karena akan dibangun mal.


Padahal kalau saya ingat. kenangannya banyak disana. Yang manis, yang pahit. Semua jadi satu. Dulu ketika masih banyak orang datang berlama-lama dan mendengar ceritamu. Dulu ketika teman-teman datang berkunjung dan ngobrol kesana-kemari.


Tapi itu dulu. Sekarang jamannya orang lebih suka yang instan. Menulis status bila perlu hanya satu kata. Menulis status tidak lebih dari 140 karakter. Kalau motret, saat itu juga bisa langsung di unggah.

I-n-s-t-a-n- dan c-e-p-a-t.

Lalu akhirnya saya buat juga account di facebook. Bukan karena ikut-ikutan, bukan karena tak punya prinsip, bukan karena trend dan bukan karena sebal menjawab pertanyaan orang kenapa saya tak membuat fesbuk. Tapi karena saya mulai merasa kehilangan teman-teman yang biasa mampir. Pada kemana ya mereka? Saya kan masih ingin ‘memantau, perkembangan mereka dong. Masih ingin silaturahmi.

Maka akhirnya saya pun pindah ke komplek sebelah. Dan komplek itu bernama FACEBOOK .. hahahaha! 

Yaah.. walau berisik, tapi oke-laaah!


Tapi entah mengapa saya masih merindukan ‘rumah kontrakan’ saya yang dulu. Saya jadi ingat kalau saya JUGA punya rumah kontrakan lain yang dulu hanya jadi tempat saya menyimpan koper. Nanti akan saya benahi deh. Dan semoga KELAK akan menjadi rumah yang damai pula untuk saya. 

Nanti kalau sudah rapi, mampir ya. Alamatnya disini nih : ariesnawaty.blogspot.com

Selamat tinggal rumahku yang manis. ;) baik-baik ya kamu disana..

BTR, 26 November 2012; 11:53 AM (habis hujan gede, dan semua mpus tidur di posnya masing-masing)
----------------------------------------------------------------------------------------------------

Fakta tentang ariesnawaty dan multipy
nama account :ariesnawaty
alamatnya : http//ariesnawaty.multiply.com
posisi : indonesia
telah menjadi anggota sejak 18 Desember 2004
kontak saya : 436 orang
yang telah mampir : dilihat 7226 kali oleh 1259 orang (bisa lebiiiih.. bisa kurang.. tergantuuung :p)

Ranau dari ‘Hara’ dan ‘Reranau’


Nama Ranau diambil dari legenda pepohonan bernama ‘Hara’ dan ‘Reranau’. Suatu hari, seorang pemuka masyarakat meminta rakyatnya untuk menebang kedua pohon ini untuk keperluan bercocok tanam. Ajaibnya, tak seorang pun berhasil melakukannya. Sampai sang pemuka masyarakat itu sendiri yang turun tangan dan sukses menebang kedua pohon tersebut. Namun, dari bekas tebangan itu timbul mata air yang mengalir tanpa henti hingga terbentuk Danau Ranau seperti sekarang ini.

Ada juga legenda lainnya, seperti legenda kelengkup gangsa misalnya. Tapi itu lain cerita.(lihat disini :  selanjutnya)

trip bersama MiLYS ; 26-28 oktober 2012 ;531 km Jakarta-ranau melalui liwa-bukit kemuning lampung, my last posting :( BTR 26 Nopember 2012; 1:08 PM, mendung lagi selepas hujan. Nyit-nyit lagi bubu ciyang di bawah kursi :p


foto selengkapnya ada disini

Tuesday, September 11, 2012

pagi itu, di danau gunung tujuh

Photobucket
danau gunung tujuh
akhirnya kami kesini lagi. setelah setahun lalu, hanya bisa berharap agar dapat mendirikan tenda di tepi danau dan menanti matahari terbit dari sini.

[24-25 september 2012]


Danau ini terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. Untuk menikmati keindahan dan kesejukkan udara Danau Gunung Tujuh pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan setapak selama 2-3 jam. Danau Gunung Tujuh merupakan danau kaldera yang terbentuk akibat kegiatan gunung berapi di masa lampau. Pada ketinggian 1.996 m dpl, danau ini merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Danau ini sering ditutupi kabut dengan suhu rata-rata 17 0C. Luas Danau ± 960 ha dengan panjang berkisar 4,5 km dan lebar 3 km. Danau ini dikelilingi oleh tujuh gunung, yaitu Gunung Hulu Tebo (2.525 meter), Gunung Hulu Sangir (2.330 m), Gunung Madura Besi (2.418 m), Gunung Lumut yang ditumbuhi berbagai jenis lumut (2.350 m), Gunung Selasih (2.230 m), Gunung Jar Panggang (2.469 m), dan Gunung Tujuh (2.735 m). 

Sunday, June 03, 2012

papandayan si hutan gunung





Pantas saja kenapa sore itu Tegal Alun terasa lengang. Hanya ada kami dan pucuk-pucuk edelweis yang bergerak perlahan karena disapa kabut. 

"It's like our private backyard" seru kami. Hanya saja tempat seluas ini hanya ada di ketinggian 2500 meter. Sementara puluhan pendaki lainnya memilih tinggal di bawah, di Pondok  Salada. Entah kenapa. Mungkin daya tarik tempat itu membuat mereka malas untuk terus keatas. Tanah nan lapang, sumber air dan pemandangan indah ke arah kawah mati. Itu sudah cukup.

Walau ketika malam ada sekelompok ABG yang baru datang dan membangun tenda tak jauh dari tempat kami dan rasanya ada serombongan babi hutan yang turun minum di kubangan air di sisi barat lapangan ini. Tapi lapangan seluas ini tetap saja terasa sunyi.

(trip to Papandayan +2665, Garut, Jawa Barat ;19-20 Mei 2012 bersama rombongan lenong seperti biasa ;P Saya, my hubby :Joko, Emma, Nyunyun, Tootsie, Dodo, Aang dan Tetu)


oiya ketika turun baru tahu kalau tidak boleh ngecamp di Tegal Alun. :D kalau nggak salah denger sih karena sedang peremajaan pepuunan yang ada disana. ongkos bus jakarta-garut Rp 35,000, angkot hingga Cisurupan Rp 7,000, pick up dari Cisurupan hingga lapangan parkir (pos lapor Papandayan) Rp 10,000/orang (minimal quota 10 org untuk satu pick up); retribusi pendakian (sukarela) logistik bisa ditambah di terminal Garut atau di Cisurupan. Lama pendakian sekitar 3 s.d 5 jam. Tapi kalo ditambah motret-motret sih.. bisa 8 jam seperti kami kemaren.. hehehe...

info tentang gunung papandayan bisa dilihat disini : Papandayan dan disini wisata-gunung-papandayan

Thursday, April 12, 2012

little dira




ini kisah tentang dira, putri pertama dari oki n devi, adik bungsu saya.

(bogor, maret 2012)

Wednesday, April 11, 2012

tjukang taneuh jang poenya arti si djembatan tanah

another pics please follow this :  tjukang taneuh

Bagi saya tujuan tidaklah penting, tapi perjalanannya itu sendiri yang bermakna. Apa enaknya jalan buru-buru lalu setelah tiba di tujuan, buru-buru juga untuk pulang. :p Maaf ya, saya tidak tergabung dalam aliran tektok'ers. Begitu sampai langsung pulang. Buat saya, perjalanan itu haruslah dinikmati. Pelan-pelan seperti mengunyah makanan. 

Lalu apa hubungannya dengan jembatan tanah? Ya.....ini ada kaitannya dengan kepergian saya akhir bulan lalu. Kali kesekian saya membonceng suami yang berangkat bersama teman-teman MiLYS chapter Tangerang. Tugas saya sederhana, merekam kegiatan mereka selama perjalanan. Kali ini Pangandaran tujuannya. 

Yang menarik adalah perjalanan ini juga bersama teman-teman baru. Membonceng motor dari tengah malam hingga terang matahari. Terjebak macet dari Bandung hingga Malangbong. Berhenti di tengah jalan karena kelaparan. Dan memilih-milih tempat dimana kami akan berhenti. Tapi saya tak tertarik mampir ke Pantai Pangandaran. Saya malah penasaran dengan Cukang Taneuh, 31 km dari Pangandaran. Walau penuh sesak dengan wisatawan. Ah.. kami sih enjoy aja. Sekali-sekalilah turun dari motor dan naik perahu. Betul tidak?

(trip 23-25 Maret 2012, oiya.. Cukang Taneuh artinya jembatan tanah. Hal itu dikarenakan di atas lembah dan jurang Green Canyon terdapat jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani di sekitar sana untuk menuju kebun mereka)

yang lain tentang cukang taneh :
wisata ciamis
 
;