Saturday, February 23, 2008

jangan pernah berani melawan emak-emak

Ketiga bayi mungil mpus mboy baru berumur tiga hari. Yang satu berwarna hitam. Ada sedikit sapuan warna putih di sekitar wajah dan keempat kakinya. *aaah… pake kaos kaki *

Sedang kedua saudaranya yang lain bercorak tabby *loreng-oreng kayak macan* campuran antara warna hitam dan coklat. Jangan tanya jenis kelaminnya ya. Saya belum berani memeriksanya. Ntar deh. Mungkin sebulan lagi.

 Melihat proses kelahiran ketiga bayi mungil mpus Mboy tiga hari yang lalu membuat saya takjub akan campur tangan-Nya. Praktis tidak ada yang dapat saya perbuat untuk membantunya. Karena hanya naluri hewani yang bekerja. Begitu sistematis. Tak seorang pun *mungkin lebih tepat.. tak seekor kucingpun * yang mengajarkan kepadanya. Dia tahu itu. Dia sudah tahu.

 Dan mungkin saya hanya beruntung saja. Diberi kepercayaan dan dapat duduk dekat dan mendampinginya ketika menghadapi proses kelahiran. Yang saya tahu, kucing itu amat sangat peka. Sedikit saja ada yang membuatnya tidak nyaman. Ia pasti berpindah tempat.  Hingga hari ini pun. Tak ada keluhan sedikitpun dari mpus Mboy bila kami *saya dan suami* datang mendekat, membelai-belai punggungnya dan menengok ketiga anaknya.

Kini ia menjadi seorang ibu yang amat sangat over protective. Dari seluruh hidupnya hanya dua kali ia berani meninggalkan ketiga anaknya. Pertama : waktu makan dan kedua : ketika mau puppy.

Sisanya yang ia lakukan hanyalah menyusui, tidur, duduk, berjaga dan memeluk ketiga anaknya.

Kelakuan Mpus Pippy *that’s another cat in our home* juga berubah. Yang biasanya bossy kini tidak berani lagi menghadapi mpus Mboy. Jarak terdekat yang pernah ia lakukan hanyalah berdiri melongok dari balik pintu.

Tapi kadang-kadang isengnya kumat juga. Sengaja datang dan duduk di depan kapling mpus mboy dan berdesis desis seperti ular. *yaoloooo… pippy.. kamu itu mpus atau ular ya?* sementara mpus Mboy melolong-lolong *tepatnya sih miau-miau * protes tanda tak setuju.

Pagi tadi ada kucing hitam jantan *yangkebetulandatangmampiriseng-isengnumpanglewatdanliat-liatdirumah* tak pelak lagi langsung diajak duel oleh mpus Mboy. Bulu kuduk mereka berdiri. ”Ya Tuhaaaaan!” seru saya pasrah.  “Mati nih.. matiiiii!” *sambil memegang sapu. Siapa tahu mpus Mboy butuh bantuan*

Tapi sepertinya kucing jantan itu tahu diri. Dia nggak mau melawan. Dan lari terbirit-birit melalui pagar belakang. Padahal kalo dipikir-pikir, perawakan mpus jantan itu dua kali lebih besar dari mpus Mboy. *sigh mode on*

Yang ketiban sial sih Mpus Pippy. Entah pagi ini mungkin adalah hari terburuk bagi mpus Pippy. Dia yang sedang bengong di depan pintu dan menonton adu jotos barusan tak luput juga dari tonjokan mpus Mboy. Duh..kasihan kamu mpuuus!

 

Moral of the story is : jangan pernah melawan emak-emak. Demi melindungi anak-anaknya dia bisa galak sekali. Menyerangmu tanpa peringatan sebelumnya

 

Serpong 23 feb 08 11.00 pagi  lagi nonton oprah winfrey show di metro tv (hari ini ultah mama di cimahi….. nelpon dulu aaah!)

Thursday, February 21, 2008

hari ini mpus mboy manja sekali

Saya tahu, ini bukan kali pertama mpus Mboy hamil.

Saya hanya menyesal ketika kelahiran anak pertamanya, saya tak hadir menemani.

Saya ingat waktu itu, kami –saya dan suami- sedang berada di Cibodas, berada dalam dinginnya kaki gunung Gede, menemani pasangan Novi dan Dwi, menjepret foto prewed mereka.

Begitu kami pulang. Hanya terdengar miau-miau bayimu dari teritisan atap rumah kami. Ah mpus. Kamu itu kucing atau burung sih? Dan kemudian para tetangga sibuk memberikan selamat. *halah* “Buuuu… kucingnya baru melahirkan ya?” ketika keesokan paginya saya bertemu mereka di depan tukang sayur yang lewat di depan rumah.

Ah …. Kali ini makanmu banyak sekali. Nafasmu mulai tersengal-sengal karena perut yang mulai gendut. Puurrrrr-mu terdengar beda. Bagimu mandi kucing adalah suatu perjuangan tersendiri. Lidahmu nyaris tak mampu menjangkau ekormu.

Saya sih seneng-seneng aja. Karena sekarang kamu menjadi kucing rumahan lagi. Nggak keluyuran setiap hari dan nggak dugem lagi.

Akhir-akhir ini, mpus mboy manja sekali. Tidak biasanya ia selalu mengikuti saya dari dapur hingga ruang depan. Dan kemudian mondar-mandir dari satu ruangan ke ruangan yang lain.

Seolah-olah sedang mencari tempat yang nyaman untuk rebahan. Di lemari buku, di balik sofa dan pencariannya berakhir di rak terbawah lemari baju kami. Duduk tersembunyi dalam kegelapan di balik tumpukan kain dan pakaian lama kami.

dan sudah sejak semalam mpus mboy mulai mengeong dengan gelisah. Mungkin perutnya melilit karena sakit.

Pagi ini miau-miaunya terdengar lirih dan manja. Ada apa mpus?” Saya usap perlahan perutnya yang membuncit itu.

“Sakit ya?”  “Miiiaaaaaau….!!!”


Dan ia kembali bergelung di tempat kesayangannya. Mencoba tidur. Tapi tak kuasa. Mata sipitnya yang bak bulan sabit itu terus-menerus memandang saya.

Hmmmm…Saya tahu itu. I just know. Waktunya sudah dekat.

Lalu saya tersenyum dan membalasnya “Ah mpus…. Jangan khawatir. Saya nggak akan pergi kok”

 

Serpong 21 februari 2008 07.55 pagi (sedang duduk di dekat mpus mboy)

Friday, January 04, 2008

Hujan turun semalaman. Paginya jalak berkicau dan daun jambu bersemi.


Saya nggak pernah suka hujan. Saya juga nggak suka suasana sebelum hujan. Ketika warna diluar mendadak redup, suasana mendadak dingin, kucing-kucing saya bergegas pulang dan burung berhenti berkicau.
Saya juga nggak pernah suka suasana ketika hujan turun. Entah itu rintik-rintik. hujan deras, hujan yang seperti ditumpahkan dari langit, hujan dengan bonus geledek, petir menyambar, angin bersiur. Ah.. itu terlalu menyeramkan buat saya.
Tapi saya suka suasana selepas hujan. Ketika rintiknya perlahan lenyap dan sinar matahari mulai menerabas masuk. Menimpa butiran-butiran air diatas daun dan tanah basah. Ketika burung-burung kembali ramai berkicau dan harumnya batang pohon dan rumput di luar sana.
Ah… itu indah sekali....
Album kali ini semua tentang hujan. Musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono. Gara-gara beberapa hari ini ngeliat postingan Bagus Ditambah hujan yang tiada henti. Sedih yang tiada terkira atas bencana banjir, longsor, pasang, sungai meluap, bendungan bobol dan pendaki yang hilang di gunung. Album ini juga saya tujukan untuk dek Liana si hujan di sore hari, ini khusus buat kamu sedang foto ilustrasinya saya pinjam dari hasil jepretannya Chipi lokasinya ada di Danau Taman Hidup medio agustus tahun lalu. Thanks ya Puuts!! Miss u all!


Kuhentikan Hujan   Unduh
Hujan Bulan Juni   Unduh
Hujan Dalam Komposisi 1   Unduh
Hujan, Jalak & Daun Jambu   Unduh
Sehabis Hujan   Unduh
hujandisorehari menulis on Jan 4, '08
siyap siyap nyedooooooot hehehehehe
yulibean menulis on Jan 4, '08
hmmm ga suka hujan ya mbak? aku ngga suka hujan kalo pas abis nyuci baju hehhee
ariesnawaty menulis on Jan 5, '08
yulibean} berkata
hmmm ga suka hujan ya mbak? aku ngga suka hujan kalo pas abis nyuci baju hehhee 
itulah dia mas Yuli, cucian nggak pernah kering.;)
superm3n menulis on Jan 4, '08
coba dengerinn aahh.......
masei0622 menulis on Jan 4, '08
kalo ujan duuuiiittt pasti suka dwooonnkkk.... xi..xi..xi...
ariesnawaty menulis on Jan 5, '08
masei0622} berkata
kalo ujan duuuiiittt pasti suka dwooonnkkk.... xi..xi..xi...
tentunyaaaah...
myzharo menulis on Jan 4, '08
Syukurin aja nape .... mo ujan mo panas .... barin dah..... emang dari sono nya..... hehehe......
ariesnawaty menulis on Jan 5, '08
myzharo} berkata
Syukurin aja nape .... mo ujan mo panas .... barin dah..... emang dari sono nya..... hehehe...... 
shellv menulis on Jan 5, '08
weh,kalo saya suka suasana pas hujan, hujannya udah turun sedikit trus berhenti...rasanya pas narik napas...kecium bau tanah...

**apa kayak gitu ya orang yang udah mau jadi tanah? :D
ariesnawaty menulis on Jan 5, '08
shellv} berkata
**apa kayak gitu ya orang yang udah mau jadi tanah? :D 
semoga tidak ya Mbak.
sereleaungu menulis on Jan 6, '08
wah aku paling suka yang hujan bulan juni nih Ries, mantep yah
ariesnawaty menulis on Jan 7, '08
sereleaungu} berkata
wah aku paling suka yang hujan bulan juni nih Ries, mantep yah 
betul May...
pemburutua menulis on Jan 7, '08, telah disunting on Jan 7, '08
hatur nuhun, kamu memang kalo posting lagu enak didengar semua... :)
ariesnawaty menulis on Jan 7, '08
pemburutua} berkata
hatur nuhun, kamu memang kalo posting lagu enak didengar semua... :) 
hahaha.. ada asdat nih. kemana aja?
taklagi19 menulis on Jan 7, '08
mbak...nunut donlot ya..akhirnya nemu juga :)
ariesnawaty menulis on Jan 8, '08
taklagi19} berkata
mbak...nunut donlot ya..akhirnya nemu juga :) 
silakan mbaaak...:)
agnigeni menulis on Jan 8, '08
enak-enak lagunya, apalagi sambil didengerin pas ujan gerimis...
Jadi syahdu.
ariesnawaty menulis on Jan 9, '08
agnigeni} berkata
apalagi sambil didengerin pas ujan gerimis... 
seratus buat kamuuuu..!

*surabaya masih hujan ya Vid?*
kabutsenja menulis on Jan 9, '08
Kalau di pinggiran ciliwung nggak suka semuanya tentang hujan... apalagi kalau selepas hujan,.. kudu siap-siap ngungsi :)) hehehehehe,...
btw.. semakin cermat membaca moment neeehh ! :)
ariesnawaty menulis on Jan 9, '08
kabutsenja} berkata
btw.. semakin cermat membaca moment neeehh ! :) 
maturnuwun sangeeeet maaaaas.... :D
kalimanjaro25 menulis on Jan 26, '08
maksih ya...saya juga ada musikalisasi puisi sapardi yang lainnya..silahkan kunjungi MP saya
ariesnawaty menulis on Jan 29, '08
meluncuuuur... ;)
menantifajar menulis on Apr 23, '08
mbak ariesna..aku juga suka musikalisasi puisinya Sapardi Djoko Damono...:)
ariesnawaty menulis on Apr 23, '08
:)
 
;