Showing posts with label samosir. Show all posts
Showing posts with label samosir. Show all posts

Thursday, November 03, 2011

Apa hubungan Si Gale-gale, Makam Raja Sidabutar, Museum Batak dengan belanja souvenir ?




Kalau datang ke Samosir, tapi waktunya terbatas sekali. Sepertinya cara ini bisa digunakan deh. Berangkatlah dari pelabuhan Tigaraja, Prapat. Disana, tiap satu jam pasti ada kapal yang menyeberang.  Tiketnya Rp 7,000/ orang (per 2011). Pastikan juga bahwa kapalnya akan merapat di Tomok . Karena, kalau tidak, kalian akan terbawa hingga TukTuk, yang jaraknya sekitar 10 km dari Tomok.

Begitu turun dari kapal. Kalian sudah disambut dengan toko-toko souvenir di kanan kiri jalan. Penuh sangat hingga ujung jalan. *ibu-ibu pasti suka nih* Tidak seperti pedagang souvenir di tempat lain, disini mereka masih cukup sopan. Kalau kita tidak tertarik, atau harganya tidak cocok ya sudah, tidak apa-apa. Mereka tidak memaksa.

Dan kalau jalan itu diikuti, ada tiga lokasi sekaligus yang bisa dikunjungi. Seperti : (1) Si Gale-Gale (2) makam Raja Sidabutar (3)Museum Batak, yang letaknya persis di ujung jalan tersebut.

Nah, kalau waktunya cukup, masih bisa lah carter ojek hingga Ambarita. Disana ada situs batu kursi Siallagan.  Atau keliling-keliling di daerah Tuktuk. Tapi Tuktuk itu seperti Kuta, di Bali. Itu tempatnya turis asing. Penuh dengan cafee, rental sepeda, money changer dan resto.   Mungkin juga karena semua hotel dan penginapan berkumpul disana.

Tapi kalau tidak, ya pulanglah kembali ke Prapat. Berangkat dari pelabuhan Tomok, kapalnya masih ada hingga magrib. Atau kalau kebetulan kalian berada di TukTuk, tunggu saja di dermaga yang ada. Disana rata-rata setiap hotel punya dermaga sendiri. Kadang-kadang, kapal juga mampir kesana. Tapi waktunya, nggak janji lah yaaa…

Jadi apa hubungan Si Gale-gale, Makam Raja Sidabutar, Museum Batak dengan belanja souvenir ? Ya. Nggak ada sih. Kecuali habis isi dompet saya gara-gara melihat ulos-ulos cantik dan kalender batak yang unik itu.. hehehe…

 Samosir,  September 2011

Tuesday, October 25, 2011

siulakhosa itu berarti ......




Bagai merapal mantera, saya terus berucap Siulakhosa..siulakhosa..siulakhosa.. Tak seperti tempat lain di Samosir ini. Kata itu sulit sekali saya ingat. Baru kemudian dari tukang ojek yang mengantar kami, saya tahu artinya. Siulakhosa dalam  batak toba bermakna berhenti sejenak untuk menarik nafas. Konon dalam perjalanan pulang, penduduk Samosir yang tinggal di perbukitan ini selalu berhenti disini. Apalagi kalau bukan untuk menarik nafas sejenak. dan memandang dataran Tomok dan Tuk-tuk hingga kota Prapat yang ada di seberang danau. 

Pantas saja. Ini tempat tertinggi untuk memandang sekitar. Karena letaknya ada di sebuah bukit di pulau Samosir. Dengan ojek, kami butuh waktu kurang lebih dua jam untuk mencapai tempat ini. Tapi tak hanya itu, kami pun diantar melihat pemandangan hingga desa Tanjungan, berkunjung ke air terjun, mendengar batu berbisik, hingga danau Aek Natonang. Tak cukup sehari untuk berkeliling di tempat ini. Banyak sekali tempat-tempat menarik. *sigh*

Mungkin lain kali harus kesini lagi ya.

  

kata wiki tentang samosir

Wednesday, October 19, 2011

batu kursi di huta siallagan




Sore itu, ketika saya berdiri di tengah-tengah huta (kampung) Siallagan. Rasanya seperti terjebak di suatu masa yang jarum jamnya tidak bergerak sama sekali. Berdiri dibawah pohon Habonaran, diantara batu kursi tempat persidangan, berlatar ruang tahanan yang ada di bawah tangga rumah raja. Lalu lamat-lamat saya seperti mendengar Raja Siallagan dan para tetua desa yang mengadakan sidang di batu sidang itu. Lalu keputusan ditetapkan, tahanan dilepaskan dari pasungan dan dituntun menuju tempat eksekusi yang ada di kampung bagian belakang. Dan disanalah kisah ini bermula..

Samosir, 9 september 2011


Huta Siallagan persisnya berada di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Pulau Samosir, Kabupaten Samosir. Kalau Anda masuk Samosir melalui Tuktuk, jaraknya sekitar 3 km dari dermaga atau 5 km dari dermaga Tomok

 
;