"Jalur Torean longsor, nggak yakin deh bisa dilewati saat ini." Itu komentar penduduk dan para porter-porter yang kami tanya sore itu di Sembalun. “Medannya beraaaaaaat!!!”
Apa boleh buat, terpaksa keinginan itu kami pendam dalam-dalam. Berharap ada satu keajaiban. Tentu dengan seizin-Nya kami dapat turun ke
Hati masih ragu sekaligus penasaran. Bukit penyesalan kami lewati. Plawangan sembalun kami habiskan sambil duduk termangu di sore hari. Puncak kami sapa sejak setengah dua subuh dari
Setiap dari kami, diam. Sibuk bercakap dengan dirinya masing-masing, sibuk meyakinkan hati masing-masing. Sibuk meredakan rindu pada air dan hutan.
Sementara pendaki lainnya, datang dan pergi menuju Senaru. Sisanya melanjutkan perjalanan menuju Plawangan Sembalun.
Dan kami masih di danau. Hingga akhirnya bertemu dengan porter yang baru saja turun dari Senaru dan hendak melanjutkan perjalanan menuju Torean.
"Memang, banyak yang pasang dan longsor akibat hujan waktu lalu. Jalur putus nyambung, tapi masih aman untuk dilewati.”
Wajah dari kami diam-diam melayangkan senyum. Dan kami saling berpandang-pandangan…..
(terutama untuk teman seperjalananku kali ini, Joe dan Ivan. Thanks guys! Sekeping bayangan untuk trip Rinjani 11-15 April 2006)
Yang pengen tahu rencana awalnya, silakan lihat disini : susur pantai ke ujung kulon ..(luooh?)atau pengen denger theme songnya? hehe... Kembang Padang Ilalang

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact