Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
“Tapi,
yang fana adalah waktu, bukan?”
tanyamu. Kita abadi.
(yang fana adalah waktu, Sapardi Djoko Damono,1978)
Jika melintas kawasan alam sutera menuju bintaro. Pasti akan melewati masjid ini. Tiap kali saya lewat. Saya selalu teringat puisi itu. Andai diberi kesempatan untuk kenal dengan arsiteknya. Akan banyak pertanyaan untuknya. Gayanya sederhana tapi agung. Rencana lama pengen motret bangunan ini. Baru kesampaian minggu lalu. Walau lantai semi basement dan lansekapnya belum rampung dikerjakan. Bangunan ini rupanya sudah digunakan sejak akhir tahun lalu. Sayang, catnya sudah memudar di sana-sini dan retak rambut pada dindingnya. Oh…
Serpong 27 mei 2008; 16.22

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact