Showing posts with label tamansari. Show all posts
Showing posts with label tamansari. Show all posts

Monday, October 12, 2009

taman nan asri itu bernama Taman Sari




“Mbak…!”  panggilnya. Di kamar depan, Cecep duduk bersimpuh memunggungi pintu. Berkutat dengan komputernya.  Disamping, ada Ivana yang memandang saya penuh harap. Mereka ingin saya melihat sesuatu. Malam itu di salah satu rumah, di utara kota Jogja.


“Ada apa Cep?” Saya baru selesai mandi. Dan saya yakin ia pun sebenarnya sedang diburu waktu. Jam tujuh nanti ada janji dengan teman-temannya dan kemudian ia akan pulang ke rumah ayahnya di Gunung Kidul.

Saya duduk diantara mereka. Tiga kepala serius menghadap monitor. Slide show foto rupanya. “Tadi kami kesana.” “Ooooo…” “Sayang kalian mbatalin acara ke tamansari sore tadi. Padahal kalo iya. Bisa dapet moment bagus nih.”

Ihiks! Betul juga. Fotonya bagus Cep. Modelnya juga keren -sambil melirik Ivana - Terus terang, dari dulu kalau mampir ke Jogja, saya kok nggak pernah tertarik untuk mampir ke Tamansari.

“Maaf ya Cep. Tadi kami batalkan acara kesini. Gara-gara sebel waktu ke Borobudur tadi siang. Rame banget kayak cendol. Jadi kupikir, sama aja dengan Tamansari.  Maklum toh. Soalnya lagi liburan. Pasti banyak turisnya”

Masih sambil menyesali diri melihat hasil jepretan Cecep. Saya bertanya-tanya, apa saya masih bisa kesini lagi? Cecep mengangkat bahu. Nyengir dan segera berlalu ke belakang. Mandi.

Jogja, 24 September 2009
(tapi ternyata keesokan harinya, pagi-pagi sekali dalam perjalanan kami kembali ke Jakarta, kami sempat mampir kesini. Penasaran  makasih ya Cep. Untuk inspirasinya. Juga untuk tumpangan penginapannya. So sorry about the door. Maaf yaaa… ;ditulis di  Serpong 12 oktober 2009 05.09 sibuk-sibuk packing barang)


info lainnya silakan lihat disini :

taman sari
istana air
taman sari

Saturday, October 10, 2009

Mas gondrong pemuda dari tamansari




Barangkali tampang kami yang sedikit ‘gagap’ menarik perhatiannya. Begitu motor kami hampir putus asa, berderum perlahan mencari tempat parkir.

Ia duduk di dekat pagar dan memperhatikan kami. Memakai tshirt hitam bergambar kamera dengan sebatang rokok terselip ditangan yang tak kunjung dibakarnya.

Sementara itu si Malih –ini nama motor kami- akhirnya kami parkir di dekat pintu masuk. Tempat parkir motor berkanopi yang letaknya persis di depan loket yang belum juga buka. Padahal sudah pukul setengah sembilan pagi.  Hmm…

Ia segera menarik minat saya. Rambutnya panjang, berminyak dan diikat satu. Matanya redup. Mungkin semalam tidak tidur. Ketika saya tanya namanya, ia hanya bilang :”Panggil saya Gondrong”

Melihat gelagatnya, saya sih sudah menduga. Dia pasti salah satu pemandu tempat ini. Saya sebenarnya nggak begitu suka jalan ditemani guide. Entah mengapa. Mungkin saya nggak begitu suka menjelajah ditemani orang lain. Rasanya imajinasi saya tidak bisa berkembang  tapi ternyata saya salah duga.

Kemudian kami diajak menembus pagar tembok. Merunduk melewati lubang setinggi 1,5 meter. Memutar menembus pemukiman di luar pagar tembok tamansari. Sempat berhenti di warung –mas gondrong mau beli rokok- kami turun menuju lorong bawah tanah. Melewati lorong-lorong sempit, meniti atap dan akhirnya tiba di mesjid yang bentuknya aneh sekali.

Karena terlalu asyik memotret, kadang saya tertinggal di belakang. Ia melirik kamera yang saya tenteng. Dan tiba-tiba saja kamera sudah berpindah tangan. “Kamu berdiri disana!” perintahnya. Hihihi… ini pemandu atau satpam sih?

Padahal, saya bukan tipe orang yang pandai bergaya di depan kamera. Sama seperti ribuan ‘tukang potret’ diluar sana ‘yang pandai memotret tapi tidak pandai untuk dipotret. 

Begitu juga suami saya. Kami pasrah saja mengikuti instruksinya. Tanpa saya sadari saya sudah memanjat tembok tinggi dan melompati pagar demi mendapat angle yang menarik. Baru kali ini saya bertemu pemandu yang juga jago motret.

Tidak saya sangka hasilnya akan seindah ini. Ah… saya harus banyak belajar lagi. Maka dengan segala kerendahan hati, tulisan ini saya tujukan untuk Mas Gondrong.
“Potretmu… kereeeennn sekali Mas  !!!!”

tamansari, jogja 25 september 2009 (salah satu kisah edisi trip tour de Solo akhir September lalu, fotonya mau dicetak ukuran besar dan dipasang di dinding rumah ah..

 
;