“Jadi nih kesimpulannya Ries, Ika, jangan ngecamp di pos Samarantu ya? Kalo bisa jalan terus aja” Begitu pesan Joko, sebelum ia dan Ibeth meninggalkan meja tempat kami makan dan share foto pendakian lalu. Saat itu sudah cukup larut malam. Di sudut meja masih tersisa Jenny yang sedang ngobrol dengan Steve *Moderatornya Merbabu.Com*. Sayup-sayup masih kudengar suaranya bercerita tentang pengalaman kemaren ketika ia pergi ke Slamet. Celakanya.. tepat ketika episode pos Samarantu itu, sementara di seberang meja, Steve hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.. *entah setuju atau ngantuk, Steve ?!!! :D*
Serempak aku dan Ika bertanya : ”Emang kenapa Kakak Pembina?” bak laiknya seregu Pramuka.
Joko hanya berisyarat, ekspresi wajahnya menggambarkan suatu misteri - yang sungguh mati… sulit sekali aku gambarkan dengan kata-kata - dan kemudian berpamitan kepada kami yang masih tertinggal disana.
Tapi ….. tekad sudah dibulatkan. Rencana sudah disusun. Logistik baru saja di beli, dan kami sudah terlanjut pamit kanan dan kiri. Tiga hari kemudian, kami berangkat menuju Purwokerto dengan kereta yang bertolak dari Stasiun Senen. Hanya bertiga : aku, Ika dan Tammy.
(masih pake FM10 kesayangan :D ini reposting kembali trip dua tahun lalu, ke gn. Slamet medio 8-9 Oktober 2004, bareng Ika dan Tammy)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact