Ibu saya asli Sumedang. Ia lahir, tinggal dan besar disana. Kata ibu, dulu almarhum kakek adalah seorang kontraktor. Mbangun apa aja. Gedung, jalan. Apa aja deh. Sedangkan nenek saya adalah tipe ibu rumah tangga sejati .
Dan kalau kalian perhatikan foto-foto disini, nenek saya cantik sekali ya? Manis jika mengenakan kebaya. Chick sekali. Orang nggak bakal percaya kalau anaknya sudah
Rumah mereka nggak berubah. Letaknya ada di gang Sitet, di belakang bioskop Dian *almarhum* . Seingat saya, dulu waktu saya kecil pernah diungsikan ke rumah ini. Kerennya sih di 'indekost'in di rumah kakek-nenek.
Lupa gimana detailnya. Kayaknya ayah-ibu saya lagi pendidikan dan nggak ada 'supervisor' yang dipercaya untuk mengasuh saya. Saya sih seneng-seneng aja.
Ibu saya anak kedua dari
Kisah heroik yang sering saya dengar dari ibu adalah romantika ketika pergi ke sekolah, manakala hanya ada sepasang sepatu kebesaran untuk ia dan kakak perempuannya.
Untungnya sang kakak giliran sekolah pagi, dan ibu saya sekolah siang. Jadi ketika salah satu pulang sekolah, buru-buru deh estafet gantian sepatu
Kisah lainnya sih, ketika ibu dan kakak perempuannya jadi penggali sumur di belakang rumah. *Beneran nih? interupsi saya tak percaya.*
Yang nggali sih, kakek. Tapi tugas mereka nggak ringan lho, mbantuin ngangkut tanah. Oooo…..
Dan penganan yang dibawa untuk cucu-cucu tercinta, hmmm.. saya ingat betul, ranginang, tape ketan item dan kue kering buatan sendiri.
Wuiiih.. sedep banget daaah!
Bahkan hingga menjelang akhir hayatnya, ia masih sering ziarah ke makam leluhur yang kebanyakan ada di gunung. Ia punya partner in crime lho untuk sowan ke tempat-tempat itu. Mungkin itu juga sebabnya kenapa saya suka banget menyambangi gunung. Warisan nenek saya?
Hmmm…hmmm…..
Serpong 25 juni 2008 16:00
ranginang = penganan yang terbuat dari nasi sisa, yang diberi sedikit bumbu, di jemur hingga kering dan kemudian digoreng kerupuk

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact