Punya rambut keriting *seperti ..ehem..ehem …saya ini looh!* memang serba salah. Dulu saya pernah menyesali diri dan berharap dilahirkan kembali dengan rambut lurus bak iklan-iklan shampoo di TV. *Damn! Kalian semua, para pembuat iklan!*
Tapi tidak lagi, masa-masa rambut yang dipotong pendek, masa-masa rambut diberi gel hingga satu botol, masa-masa rambut diberi pemberat *biar lurus maksudnya*, masa-masa rambut megar dan liar tak terkendali, sudah berakhir. *guuuubrraaaakkks!*
Kalo dipikir-pikir, sebenernya asyik juga punya rambut keriting. Mau tau buktinya?
Ini salah satunya.
Hingga hari ini beberapa sahabat yang cukup dekat di hati masih memiliki panggilan tertentu yang rasanya “nyeeeesssss” di telinga. Seperti tetesan air yang menitik diatas bebatuan. Sueeejuuuuuk banged! [catatan redaksi : dengan d dan bukan t, menunjukkan rasa amat sangat yang begitu mendalam].
Saya masih ingat, ketika kuliah dulu *yang tentunya, ketika trend kemeja flanel kotak-kotak, yang digulung hingga siku masih berlaku pada saat itu* saya kerap dipanggil dengan sebutan, KRIT!
Hehehe… Sejarahnya cukup panjang dan berliku.
Demi menjadi satu-satunya mahasiswi yang berambut keriting tak terkendali di kampus. Cukup menarik perhatian teman satu jurusanku. Bedanya dia adalah satu-satunya pria yang berambut keriting, just like me, but in another version I think J.
Kami berdua cukup tahu diri untuk membentuk himpunan ‘perjuangan’ sebagai perhimpunan tandingan perhimpunan mahasiswa jurusan. HIMAKRIT.. yup kependekan dari Himpunan Mahasiswa Keriting. Yang AD/ART nya hanya ada dua pasal, yaitu :
- anggota himpunan Himakrit adalah mahasiswa yang berambut keriting
- jika tidak keriting, lihat kembali pasal satu
Himpunan kami ini cukup terkenal *untuk level tertentu* Telinga ini cepat tegak dan sensitif begitu dipanggil Krit dibanding nama default-ku. Dan hebatnya *sigh* mulai menyebar hingga beberapa generasi diatas angkatan kami.
Yang lain, CURLY! Muncul dari temen kantorku dulu. Istilah ini datang akibat kagumnya dia atas rambut saya yang (herannya) masih keriting tak terkendali selepas pendakian gunung Rinjani. Panggilan itu bener-bener unik dan nggak ada duanya. Dari omongannya saja sudah tergambar seribu rasa sayang yang nggak terucap dengan kata-kata.
Sayangnya, udah lama nggak ketemu lagi dengan orang yang satu ini. Cuma kadang-kadang saja ada satu SMS yang masuh di tengah hari bolong. : “Ada dimana Curly?” Huaaaa… kalau sudah begitu, sudah deh….. yang laen pada lewat.
Nah, yang ini masih lebih moderat, *ini saya dengar dari penuturan resmi teman yang lain, yang menjadi saksi hidup* waktu kami trekking bareng ke TNGH awal tahun 2004 lalu. Ketika saya lewat, ia mencolek teman yang berdiri disebelahnya dan bertanya :
“Siapa tuh yang rambutnya kiwil-kiwil ?* hehehehe.. ada-ada saja.
Tapi kalo yang satu ini, cukup punya panggilan kecil untukku. Ketika saya lagi sebel dan moody dengan entengnya dia berucap “Ada apa KITING ?” *penggalan singkat untuk keriting* kalo udah gitu, ku jawab saja. “ Huaaaaa...om jugaaaa!!!* hehehehe…..
Terakhir, ada yang masih cukup ‘manusiawi’ untuk bersusah payah memanggil nama lengkapku, walau sedikit kelelahan karena mengucapkannya dengan satu tarikan nafas. “Ariesna?” hehe…mungkin ingin membedakan dengan nama aries-aries lainnya ya? Hebatnya trend ini kemudian diikuti oleh beberapa teman lainnya. Rasanya lebih maniez ndengernya.
Tapi, terlepas dari itu semua, itulah yang membuat aku merasa special. Itulah juga sebabnya,kalian selalu memiliki tempat yang khusus di dalam hatiku. I love u all ….!!!
[coretan ini saya persembahkan untuk sahabat-sahabat terdekat saya …., Jeje, Mas Singgih, Ceceu’, Harley, Nefran, Joko dan Joe]
- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact